Category Archives: Tips kesehatan praktis

Ke Bidan (2)

Sore ini saya habis mengantar istri periksa kandungan ke bidan. Kalau ke dokter ketika diperiksa biasanya menggunakan USG untuk memeriksa janin yang ada dikandungan. Lewat USG kita bisa melihat kondisi bayi lewat layar monitor termasuk detak jantungnya. Kalau di bidan tidak ada USG tetapi yang ada adalah Dopler. Bentuknya seperti gambar di samping. Fungsinya untuk mendengar detak jantung jabang bayi. Detak jantung bayi kedengarannya seperti kemresek suara radio. Yang kusuka di bidan adalah bidan mau menerangkan apa yang harus dilakukan ibu hamil dalam menghadapi kandungannya. Seperti misalnya memberi pengetahuan tentang obat-obat yang diberi. Misalkan saja ketika tadi memberi vitamin penambah kalsium. Katanya kalau misalnya tidak tawar (alergi) obat ini bisa diganti lewat makanan misalnya ikan laut seperti teri dsb yang memang banyak mengandung kalsium. Di bidan juga ada tes HB untuk mengetahui hemoglobin dan juga senam hamil bagi yang usia kandungannya sudah 7 bulan.


Pengurang Gatal

Acara minggu ini adalah menguras kolom ikan dan bak mandi di belakang rumah. Biasalah acara minggu adalah santai sambil bersih bersih rumah. Kebetulan minggu ini rumahku akan ketempatan arisan mantan pegawai Deperindag yaitu arisan teman teman ayahku. Paling tidak mereka tidak merasa terganggu melihat kondisi kolom ikan bila mereka melihat belakang rumah. Aku punya 3 kolom ikan, 2 kolam kuisi dengan lele dan 1 untuk ikan nila. Untuk hiburan saja aku pelihara ikan, disamping untuk konsumsi keluarga. Kan nanti tinggal ambil aja di belakang rumah. Ketika lagi asik-asiknya membersihkan kolom, tiba-tiba ada yang aneh di kulit tanganku. Terasa gatal di tangan kiriku. Semula aku tidak begitu menghiraukannya. Tapi ketika selesai membersihkan kolom dan istirahat, Aku semakin merasakan gatal. Tidak hanya ditanganku tetapi di badanku juga terasa gatal. Ketika gatal tidak tertahan aku segera mandi dan berganti baju. Tapi gatal itu semakin menjadi. Kelihatannya dalam kondisi basah gatal menjadi semakin jadi. Kemudian aku segera melap badanku dengan handuk supaya kering. Selepas mengenakan baju aku mulai cari apa yang bisa mengurangi gatal di kamar. teng….mataku tertuju pada minyak kayu putih yang kebetulan ada di kamar. Segera aku gosok dan oleskan ke sekujur tubuhku yang gatal. Aku sendiri terus terang tidak tahu pasti dan sekedar coba coba untuk mengurangi gatal yang tak tertahan. Dan ajaibya gatalku berangsur angsur hilang. Bentol -bentol akibat gatalpun aku lihat juga mulai hilang. Demikian juga warna merah akibat garukan pun hilang. Aku ingat ada gel pengurang gatal produksi perusahaan penghasil minyak kayu putih terkenal. Apa kah idenya dari situ ya? Mungkin juga kan. Dengan ditambah ramuan lain sehingga berwujud produk lain. Kebetulan produk ini kan belum ada di pasar. Jadi dari pengalamanku jika anda mengalami rasa gatal karena ulat bulu (bukan karena alergi) ambilkan dan oleskan saja minyak kayu putih jika gel pengurang gatal tidak ada di kotak obat anda .

Pergi ke Bidan

Sore tadi aku habis mengantarkan istriku ke bidan untuk memeriksakan kandungannya. Ini kali pertama aku pergi ke bidan. Sebelumnya aku selalu pergi ke dokter kandungan. Terus terang aku berganti pergi ke bidan untuk mengirit biaya. Kondisi keuanganku sekarang memang tidak begitu baik. Oleh karena itu aku mencari bentuk “pengeluaran yang dibutuhkan” yang sesuai dengan kondisiku saat ini sad .Pertama kali datang disana ada 2 meja untuk pembantu bidan. Kelihatannya yang kedua adalah anak sekolah kebidanan yang magang. Ini memang kemungkinan karena aku tadi tidak menanyakannya. Sedangkan meja pertama adalah pembantu bidan yang asli. Pertama kali istriku di tanya tentang biodata pasien, nama, alamat, pekerjaan, riwayat penyakit yang pernah diderita dan juga riwayat kehamilan sebelumnya. Memang istriku sebelumnya pernah hamil. Tetapi karena memang belum rejekinya anakku yang pertama akhirnya meninggal di kandungan. Kata dokter sih waktu itu karena tidak bergerak jantungnya. Setelah itu istriku menjalani tes urine untuk mengetahui hamil atau tidak. Istriku memang tidak bilang kalau sudah ke dokter dan sudah diberitahu bahwa ia hamil. Setelah dites diberitahu bahwa istriku hamil 12 minggu. Kemudian kami dipersilahkan untuk menuju ke ruang bidan. Di sana istriku diperiksa perutnya secara manual tidak memakai alat apapun. Setelah itu kami berkonsultasi tentang perawatan bayi yang di kandungan. Istriku selama hamil muda ini memang jadi gak nafsu makan. Terasa mual dan pengen muntah bila makan. Disarankan oleh bidan untuk tetap(memaksa) makan caranya adalah dengan makan apa saja, bila nasi tidak nafsu bisa diganti dengan roti, kentang, susu atau apa saja. Yang saya rasakan beda penanganan antara dokter dan bidan adalah dokter(yang kebetulan laki-laki) adalah segera memeriksa kondisi kehamilan dengan alat(USG) setelah itu ia memberikan menulis resep obat penguat kandungan. Itu saja. Kami jadi gak tahu harus berkonsultasi atau bertanya apa. Sedangkan kalau ke bidan, dia mau menerangkan apa yang harus dilakukan untuk menjaga kandungan. Sebabnya menurutku ada 2 pertama sehebat-hebatnya dokter laki-laki atau seberapa berpengalamannya dokter tetapi ia bagaimanapun khan tidak pernah hamil. Oleh karena itu memang lebih baik jika pergi ke dokter ke dokter wanita saja. Kedua dengan keterbatasan alat yang ada malah justru pendekatan personal akan lebih baik. Bukankah yang tidak kalah penting adalah menjaga psikologis ibu supaya tetap tenang dalam menghadapi kehamilan.Oh ya tadi aku juga diberi buku kesehatan ibu dan anak tentang kehamilan yang harus dibaca supaya tambah pengetahuan. Paling tidak nanti kalau ke bidan lagi jadi ada yang ditanyakan bila belum jelas. Kok di dokter aku kok tidak dapat buku seperti ini ya? Selesai itu aku membayar biaya bidan sebesar 50.000 sudah termasuk vitamin satu emplek untuk 10 hari. Kalau ke dokter aku harus membayar biaya dokter sama 50.000 tetapi plus obat karena biasanya dokter tidak (puas) jika tidak menulis resep yang biasanya sekitar 300.000. Saya sendiri mencoba lebih kreatif saja ditengah keterbatasan yang ada. Semoga saja (dengan keterbatasan) yang ada anakku tetap tumbuh menjadi anak yang sehat dan sholeh /sholehah. Amin.smile

(Lagi -lagi) harus ke Dokter Gigi

Lagi lagi aku harus berurusan dengan dokter gigi.
Sebenarnya aku tidak suka hal ini. Antrinya yang panjang dan biaya yang cukup mahal. Tetapi apa mau dikata ketika makan pagi ada yang mengganjal di mulutku. Ketika kuambil ternyata ada patahan gigi di mulutku. Aku segera mengaca gigi yang mana lagi nih.? Atau gigi depan yang kemaren baru aku tambal?
Oh my god!
Ternyata bukan. Tetapi gigi depan yang sebelahnya aku tambal kemarin. Apa aku benar-benar sudah tua ya kok begitu mudahnya gigiku rontok berguguran?
Lagi lagi aku harus mengunjungi dokter adi langgananku untuk konsultasi. Dokter adi memeriksa gigiku siapa tahu masih bisa ditambal. Tetapi setelah memeriksanya ternyata tidak ada jalan lain selain mencabutnya dan kemudian menggantinya dengan gigi palsu. Aku hanya bisa pasrah mendengarnya.
Ya sudah dok gak papa kalau harus dicabut. Dokter adi kemudian mempersiapkan alat-alatnya untuk mencabut gigiku. Ini pengalaman kedua dalam mencabut gigiku. Jadi tidak begitu mengerikan lagi dibandingkan yang pertama. Herannya itu tepat setahun yang lalu, pas bulan desember tanggal 31 desember menjelang pergantian tahun baru. Ketika lagi asyik makan fried chicken gigiku beradu dengan tulang ayam. Dan patah. Momen tahun baru yang menyedihkan yang tanpa sangka terulang lagi tahun ini.
Setelah mencabut gigiku dokter adi menjadwalkan untuk membuatkan gigi palsu rabu minggu depan. Untungnya gigi yang dicabut tidak persis di tengah tetapi agak menyamping ke kanan. Dokter adi bilang nanti giginya karena gak lurus nanti seperti gingsul. tetapi kalau diperhatikan lebih jelas akan ketahuan kalau itu gigi
palsu. Ya sudah daripada kelihatan ompong. Kan lebih malu-maluin. Iya kan?

Pengobatan Alternatif

Perkenalanku dengan pak bandi karena mendapat referensi dari saudara. Istriku ketika kecil waktu main loncat loncatan dengan teman temannya terjatuh dan harus dilarikan ke rumah sakit. Rupanya kepalanya terbentur dan harus mendapatkan perawatan serius. Sejak itu ia selalu pusing dan seperti mau pingsan terutama bila ia memikirkan sesuatu dengan berat. Setelah itu ia harus sering ke dokter syaraf paling tidak 6 bulam sekali.

Setelah berobat kesana kemari tidak sembuh juga kami mencoba pengobatan alternatif juga. Akhirnya kami mencoba pengobatan alternatif ala pak bandi. Lebih tepatnya menurut dia bukan mengobati penyakit tapi mengambil penyakit. Caranya ia menempelkan sebuah besi kecil berbentuk seperti kepala dan mulut binatang. Kemudian dia merapal doa yang dibaca keras. Kemudian ahli keluarga yang lain membantunya dengan membawa gayung kamar mandi yang sudah dilapisi tas kresek. Setelah doa dibaca selesai, ia  menempelkan besi ke tempat yang sakit dan tiba2 keluar cairan yang masuk ke gayung tadi. Selanjutnya gayung beserta tas kresek tadi harus dilarung ke kali atau air yang mengalir. Dengan sekali ke sana alhamdulillah istriku sudah sembuh. tidak drop lagi terutama ketika datang bulan.

Minggu ini aku ganti mengantarkankan ibuku ke sana dengan keluhan sakit pinggang. Dari beberapa kali ke sana aku melihat banyak juga pasien yang datang ke sana. Apalagi pengobatan dia cukup simpel tidak membutuhkan waktu yang lama. Masalah biaya pengobatan juga terserah seiklasnya yang memberi. Pasien juga silih berganti berdatangan.  Aku melihat banyak juga orang yang sekalian mengadukan penyakitnya. Mungkin dia awalnya mengeluhkan penyakit batuk yang tidak sembuh-sembuh. Setelah itu ia juga mengeluhkan penyakit matanya. Dan juga kakinya dsb. Apakah mereka benar-benar sembuh? Aku melihat banyak juga yang sembuh berkat pertolongannya. Kalau tidak sembuh masak sih pasien datang kembali atau mereferensikan kepada yang lain?.

Memang kalau dilihat secara nalar akan sulit dimengerti tetapi kenyataan bicara lain. Banyak ahli kedokteran modern yang sudah mengangkat tangan tanda tidak bisa mengobati penyakit. Tetapi di tangan ahli pengobatan alternatip malah bisa sembuh. Padahal cara pengobatannya sangat sederhana.

Mungkin anda juga punya pengalaman mencoba pengobatan alternatif?


Dokter Gigi

Pagi tadi sehabis sarapan ada yang aneh di mulutku. Ketika aku mengaca ternyata gigi depanku keropos di bagian pinggir. Daripada nanti semakin kropos dan tidak bisa diperbaiki lagi maka kuputuskan ke dolter gigi pagi ini.
Dokter Adi langgananku tersenyum melihat kedatanganku. Gigi belakangnya sakit lagi mas? tanyanya. Sebelumnya aku memang sempat bikin jadwal untuk mencabut gigi belakangku. Tetapi karena tidak sakit lagi maka aku mengurungkan niatku utk mencabutnya.
Bukan dok, tapi ini gigi depanku, jawabku.
Dokter Adi memeriksa gigi depanku, kemudian dia bertanya. Gimana langsung ditambal permanen atau ditambal sementara aja dulu?
La baiknya gimana dok tanyaku?
Terserah sampeyan kalau langsung ditambal juga bisa tetapi resikonya kalau sakit ya terpaksa nanti giginya harus dicabut.
Menghadapi pilihan seperti ini seperti biasa aku memilih jalur aman saja, ya sudah ditambal sementara aja dok.
Dokter Adi kemudian menambal sementara gigiku dan menjadwalkan selasa minggu depan bila tidak sakit bisa ditambal permanen.

Pilihan keputusan memang seringkali sesuai karakter kita sadar atau tidak. Tetapi ada baiknya juga sekali-kali memilih jalan yang tidak biasa ya. Tentu dengan kecermatan dalam menanggung resiko.
Mungkin lain kali akan aku coba.

Flu

Sudah dua hari ini aku sakit flu.

Rupanya cuaca yang tiap hari hujan menyebabkan daya tahan tubuhku drop. Untungnya memang cuma pilek biasa tanpa disertai panas, pusing atau batuk yang biasanya menyertai sakit ini.

Penyakit ini walaupun tidak mematikan tetapi cukup mengganggu aktifitas. Jika ingus selalu keluar dalam bentuk cairan bening tentu harus sering melapnya dengan saputangan.Jika nanti sudah berbentuk padat kadang bikin susah untuk bernafas.

Untuk mengobatinya aku sudah minum obat flu dan pilek. Mencoba untuk mulai banyak istirahat dan tidak lagi tidur terlalu malam. Antisipasi lain adalah selalu membawa jas hujanku sehingga tidak kehujanan di jalan.

Semoga saja kondisiku bisa semakin baik dan bisa melakukan aktifitas seperti biasa.

Doakan saya.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.