Hakekat Pendidikan

Nasrudin seorang manager di sebuah perusahaan tertegun sejenak membaca email dari kantor pusat tentang agenda meting minggu depan. Kantor pusat menghendaki dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat perlunya peningkatan sumber daya manusia salah satu caranya adalah dalam standarisasi pendidikan pegawai. Tahun 2010 nanti pendidikan pegawai minimal sarjana atau minimal D3. Para manager diminta tanggapan terhadap hal tersebut.
Nasrudin segera mengambil buku agenda beserta pulpen untuk menulis catatan tentang hal tersebut. Pertama dia tidak mungkin memecat pegawai lama yang lulusan SMA kemudian mengganti dengan yang baru yang lulusan sarjana. Kebijaksanaan dari kantor pusat bisa diterapkan untuk pegawai baru itupun dengan catatan:
  1. Lulusan sarjana mempunyai kelebihan dalam wawasan yang luas, kecepatan penguasaan alat alat operasional yang berbasiskan teknologi misalnya komputer karena semasa kuliah mereka biasanya menggunakannya. Para sarjana mudah memahami metode kerja dan memiliki alur berpikir yang jelas karena biasa menggunakan logika. Para sarjana pun memiliki kemampuan basic teori yang dapat digunakan dalam mendukung praktek karena praktek tanpa teori akan ngawur sedangkan teori tanpa praktek hanyalah lamunan belaka.
  2. Kondisi kerja yang ada sekarang menghendaki kreatifitas, kecepatan menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi yang ada, Fighting spirit yang baik dalam menghadapi pasar yang semakin bebas. Hal-hal ini belum tentu dimiliki oleh seorang sarjana terkadang malah dimiliki yang hanya lulusan SMA.
  3. Para sarjana biasa menganalisis sesuatu dari berbagai segi karena kelebihan referensi yang dimiliki termasuk dalam menanggung risiko. Karena itu biasanya mereka cenderung memilih jalan yang aman sehingga ketika didepan mereka ada bahaya mereka akan cenderung menghindarinya daripada menghadapinya. Para lulusan SMA dengan kekurangan yang dimiliki terhadap penguasaan teori menyebabkan mereka cenderung nekat yang karena kenekatan tersebut terkadang justru malah terbuka jalan menuju kesuksesan. Oleh karena di kantor yang berprestasi belum tentu memilki pendidikan yang tinggi.

Tiga hal tersebut merupakan pengamatannya selama ia memimpin perusahaan dan hal tersebut akan disampaikan Nasrudin dalam meting minggu depan.
(Kejadian tersebut terjadi suatu tempat jika di kantor anda ditemukan fakta yang lain tentu karena tuhan maha pencipta , Dia berhak mengulang cerita atau membuat cerita baru.)
Wallahu alam bish-shawaab


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: