Melawan nafsu

Bagian ketiga dari pengenalan diri adalah mengenal nafsu. Berikut ini cerita tentang nafsu dimulai dari pertama kali dia diciptakan oleh Tuhan. Syahdan setelah diciptakan nafsu diminta menghadap Sang Maha Kuasa. Kemudian Tuhan bertanya kepada nafsu “Siapa kamu dan siapa Aku? Nafsu yang pada dasarnya mempunyai watak over acting segera menjawab. Aku adalah aku dan kamu adalah kamu”jawab nafsu. Maka Tuhanpun marah nafsu langsung ditendang masuk ke dalam neraka. Setelah 1000 tahun kemudian nafsu diangkat kembali menghadap Sang Maha Kuasa. Barangkali sudah tobat dan menyadari kesalahannya. Tuhanpun bertanya pertanyaan yang sama. Eh dasar nafsu tak pernah kapok diapun masih tetap dalam pendiriannya .
Bukankah engkau bertanya pertanyaan yang sama maka jawabankupun tetap sama aku adalah aku dan kamu adalah kamu?. Maka untuk kedua kalinya nafsu ditendang hingga masuk ke neraka kedua kalinya. 1000 tahun berlalu dan nafsu untuk ketiga kalinya disuruh menghadap Sang Maha Kuasa. Bagaimana Nepsong maksudku nafsu, ente sudah sadar belum siapa lu dan siapa gue? Dan nafsupun menyerah ” aku adalah nafsu dan engkau adalah Tuhanku. Tuhanpun tersenyum kemudian meniupkan nafsu ke dalam tubuh manusia.
Begitulah cerita tentang nafsu dan sejak saat itu nafsu mengalir dalam tubuh manusia bersama aliran darah , berhembus bersama desah nafas manusia, selalu mengikuti kemana kaki melangkah. Nafsu memang mempunyai watak dasar pengin menang sendiri, pengen ngetop dan cepat kaya tapi gak mau kerja keras, kalo ada masalah lempar batu sembunyi tangan tidak mau bertanggung jawab, pengen masuk surga tapi males beribadah, takut masuk neraka tapi suka maksiat…..dll (kalo pengen nambahi boleh isi……disamping) tapi bukan berarti kita harus mematikannya. Karena kalo nafsu itu mati ghirah atau semangat untuk menjaga kehormatan diri dan agama juga akan hilang. Keturunan manusiapun juga akan putus, bukankah orang tua kita melahirkan kita setelah melalui proses yang dalam bahasa biologi disebut proses bertemunya sel kelamin jantan dan betina?.Kita cuma harus bermujahadah sehingga bisa mengontrol nafsu. Ahli sufi mengatakan surga itu cuma 2 langkah didepan kita. Langkah pertama menginjak nafsu. langkah kedua masuk surga. Ibnu Athoilah mengatakan awasilah selalu nafsu walaupun dia mengajak kebaikan karena bisa saja ia menelikung ditengah jalan mencari popularitas.Jadi selamat mengawasi nafsu kita masing masing supaya tetap lempeng jalan kita menuju surga.
Wallahu Alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: