Belajar dari kisah Nabi Yusuf

Nabi Yusuf adalah salah satu dari nabi yang kisahnya diceritakan dalam Alquran. Nabi yusuf mempunyai 2 kelebihan, yang pertama mempunyai wajah yang tampan. Yang kedua mampu menafsirkan mimpi dengan tepat. Sebenarnya kisah nabi yusuf ditulis di al quran untuk menguatkan hati manusia dalam mengarungi hidup ini. Mereka pasti akan mengalami banyak rintangan dalam hidup ini tetapi asalkan ikhlas dan istiqomah insyaalloh  kita pasti akan dapat menghadapi semuanya dengan baik.
Sebagaimana nabi yusuf  walaupun seorang nabi ia mengalami cobaan yang berat. Mula-mula ia dikucilkan oleh saudara-saudaranya sampai akhirnya terperosok ke dalam sumur. Setelah berapa lama didalam sumur ada rombongan kafilah yang menolongnya tetapi akhirnya menjualnya sebagai budak. Di pasar budak  ada yang tertarik padanya dan membelinya tetapi kemudian istri tuannya mencoba untuk merayunya untuk berbuat tidak semestinya. Akhirnya nabi yusuf dimasukkan dalam penjara selama beberapa tahun. Ia dipenjara bersama dua orang pelayan istana yang dituduh meracuni tuan raja. Dua orang tersebut mimpi yang pertama mimpi memerah anggur, sedangkan yang kedua mimpi menjunjung roti sambil disambar dan dipatok burung. Nabi Yusuf menafsirkan rekannya yang mimpi memerah anggur akan dibebaskan dari penjara. Sedangkan yang mimpi menjunjung roti sambil dipatok burung ia nanti akan dihukum mati. Beberapa tahun kemudian tafsr mimpi nabi Yusuf terbukti  dan pelayan tersebut dibebaskan dan direhabilitasi namanya sehingga dapat kembali bekerja di istana sedangkan yang satunya akhirnya mati di tiang gantungan. Suatu saat raja Mesir mimpi ada tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh sapi yang kurus-kurus. Ia juga melihat tujuh tangkai gandum yang hijau disamping tujuh tangkai gandum yang kering. Raja merasa ini firasat maka kemudian meminta pembantu dan pelayan istana menafsirkan mimpinya. Tidak ada yang sanggup menafsirkan mimpi sang raja. Sampai akhirnya pelayan istana yang pernah dipenjara teringat pada Nabi yusuf dan meminta sang raja untuk menemui Nabi Yusuf di penjara Raja menuruti permintaan itu dan bertanya kepada Nabi Yusuf mengenai mimpinya. Nabi Yusuf mengatakan kerajaan akan mengalami masa kemarau panjang selama tujuh tahun berturut turut, oleh karena itu sebelum terjadi bercocok tanamlah yang tekun dan tabunglah hasilnya untuk menghadapi masa paceklik itu. Setelah itu akan datang tahun yang rakyat mendapat cukup hujan dan di masa itu mereka akan mendapat hasil buah yang banyak. Raja menerima tafsir mimpi dari nabi Yusuf dan membebaskan dari penjara bahkan memberinya kedudukan sebagai Bendaharawan Negara.Dari kisah Nabi Yusuf kita dapat mendapat pelajaran utuk mendapatkan kesuksesan kita membutuhkan proses yang panjang dan kita harus sabar dalam menghadapi ujian kehidupan.  Jadi bila kita merasa dalam kehidupan banyak kegagalan yang kita peroleh anggaplah itu proses pendewasaan diri kita. Seperti sebuah genting , ia bertugas untuk mengayomi dan memberi keteduhan kepada yang ada dibawahnya. Genting mempunyai tugas yang super berat karena di atas atap ia harus mendapat gemburan panasnya sinar matahari dan dinginnya hujan. Oleh karena supaya kuat ia harus mengalami proses dibakar dulu dalam tungku pembakaran sampai matang setelah dicetak Begitulah gambaran orang beriman Alloh telah berjanji kepada siapa yang mau beriman dan beramal sholeh akan diberi kehidupan yang baik bahkan menempatkan sebagai pemimpin yang akan mengayomi umat.Orang beriman seperti pelari marathon ia harus tahu kapan harus mengatur nafas dan kapan harus sprint menuju ke finish karena jarak yang harus ditempuh cukup jauh . Maka hadapi ujianmu dengan kesabaran dan pergilah ke tempat khusus disisi Tuhanmu.Wallahu Alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: