Hakekat Kebenaran

Kalau bicara mengenai kebenaran tentu tidak terlepas dari perspektif mana kita memandang kebenaran. Pada dasarnya kebenaran bisa dikelompokkan dalam 3 kelompok:
  1. Kebenaran hakiki. Kebenaran hakiki artinya kebenaran yang mutlak benar.Kebenaran ini berasal dari tuhan yang disampaikan kepada para nabi yang merupakan manusia pilihannya untuk menujukkan jalan menuju kebenaran. Kebenaran ini ditunjang dengan sebuah kitab sebagai pegangan dalam menjalankan kebenaran.

  2. Kebenaran masyarakat. Kebenaran ini merupakan pendapat dari orang banyak atau masyarakat luas.Kebenaran ini mempunyai dua sisi pertama apa yang diyakini oleh orang banyak memang belum tentu merupakan kebenaran hakiki tetapi disisi lain juga merupakan fakta pendukung dari kebenaran hakiki. seperti beberapa sabda rasullullah “Jika ada perbedaan pendapat ikutlah jamaah yang terbanyak dll.
  3. Kebenaran pribadi. Kebenaran ini merupakan pendapat pribadi dalam memandang suatu hal..Apa yang kita pandang benar belum tentu disetujui oleh orang lain begitu juga sebaliknya.

Jadi kebenaran itu memang bertingkat tingkat, mulai kebenaran pribadi sampai kebenaran hakiki. Kebenaran hakiki pun bertingkat tingkat tergantung tingkat pemahamannya terhadap agama. Pemahaman terhadap agama ini tergantung mujadahnya untuk belajar dan mengamalkan agama. Yang paling penting adalah kita istiqomah dalam maqam kebenaran yang sudah kita lalui bahkan berusaha lebih dari itu. Sebuah syair mengatakan hasanatul abrari sayiatul muqorobin = kebaikan atau kebenaran bagi al abrar (awam) adalah kesalahan bagi al muqorobin (orang khusus) artinya kebaikan bagi orang orang tertentu tetapi jika hal tersebut juga dikerjakan oleh orang yang lebih tinggi tingkatannya(secara ruhani dll) itu adalah suatu kesalahan.Yang kedua kita berada dalam masyarakat yang majemuk yang bermacam-macam pandangannya terhadap suatu hal yang dianggap benar. Untuk dapat hidup di tengah masyarakat kita harus menerapkan prinsip toleransi dimana untuk kita sendiri kita beri penekanan terhadap suatu yang kita anggap benar sedangkan untuk orang lain kita beri toleransi. Tugas kita hanya sekedar menyampaikan dan mengajak.Wallahu Allam.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: