ilmu tiga

Salah satu manfaat ngeblog adalah untuk mencatat atau mengumpulkan referensi dari buku atau majalah yang kubaca. Beberapa hari yang lalu aku membaca artikel yang menarik di harian Jawa pos yang ditulis oleh Hermawan Kertajaya tentang bagaimana bila tiba tiba anda dalam suatu forum tanpa pemberitahuan sebelumnya diminta untuk memberikan sambutan. Apa yang akan anda katakan tanpa persiapan sebelumnya.
Berikut ini ada tips yang bisa digunakan tentu ditambah dari beberapa referensi lain yang mendukung .
  1. Pilihlah tiga topik yang akan dibahas.Kenapa harus tiga topik? karena bila hanya dua biasanya terlalu pendek sehingga apa yang dibahas kurang berbobot. Bila lebih dari tiga karena kita sendiri tanpa persiapan bisa jadi apa yang kita katakan malah bertele-tele atau tidak jelas. Jadi yang realistis ya tiga.
  2. Tiga topik yang dipilih bisa kita pilih berdasarkan dimensi waktu: masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Contohnya bila kita diminta pendapat kita dalam pertemuan alumni SMU. Kita bisa berbicara tentang bagaimana sekolah itu pada masa lalu pada waktu kita masih sekolah dulu. setelah itu kita bisa berbicara kondisi sekolah pada saat sekarang. Terakhir kita bisa bicara tentang harapan kepada sekolah termasuk tantangan yang akan dihadapi sekolah pada masa mendatang.
  3. Dalam setiap 3 topik yang dipilih kita bisa menambahkah masing-masing 3 variabel . Tony Buzan dalam bukunya Mind Map mengatakan otak manusia seperti sebuah perpustakaan besar di mana terdapat ribuan informasi. Supaya informasi yang kita perlukan bisa keluar dengan baik dan teratur kita perlu memetakan pikiran kita. Seperti ketika kita membuat peta sebuah kota kita bisa mulai dari pusat kota yang mewakili gagasan terpenting. Setelah itu kita bisa menggambar jalan jalan protokol yang keluar dari pusat kota yang merupakan pikiran utama dalam proses berpikir. Kemudian jalan jalan sekunder yang merupakan pikiran sekunder dan seterusnya.
  4. Dalam pikiran sekunder kita bisa menggunakan tiga pertanyaan mendasar: 2W + 1H : Why, What, How.What = arti dan maksud tujuan, Why = manfaat/ mengapa apa yang kita sampaikan itu penting, How = Bagaimana cara mendapatkan / strategi apa yang dipakai..
  5. Audience. Dalam berbicara kita harus melihat kondisi orang yang mendengarkan pembicaraan kita. Bila mereka sudah tidak konsentrasi misalkan mengantuk atau saling berbicara antara satu dengan yang lainnya kita bisa menyelipkan joke sehingga suasana tetap fokus kepada apa yang dibicarakan.
  6. Waktu. Kita harus melihat waktu juga sehingga bila masih ada waktu kita bisa menambahkan contoh yang tentu saja harus disesuaikan dengan audiennce. Bila tenyata waktunya mepet kita bisa menyingkat atau kembali pokok bahasan yang utama. Menurutku tips yang ada bisa digunakan juga dalam menyusun konten suatu blog. Dalam blog inipun aku menggunakan metode di atas. Dalam membahas suatu topik minimal aku memilih tiga topik bahasan supaya tidak terlalu dangkal.Bagaimana menurut anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: