4 Hal dalam Kehidupan

Hidup manusia di dunia ini seperti roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah, kadang senang kadang susah. 2 hal itu memang akan silih berganti dalam kehidupan kita. Rosullullah pernah menggambarkan kehidupan manusia seperti sebuah kotak persegipanjang yang dibawah kotak ada garis-garis kecil yang berderet mulai dari ujung kotak ke ujung yang lain.Garis yang berderet ini kata rosul adalah masalah manusia, ketika datang masalah setelah itu masalah selesai kemudian datang masalah yang lain begitu seterusnya sampai ajal menjemput kita.

Contohnya adalah seorang pelajar SMU masalahnya adalah setelah lulus dapat diterima di perguruan tinggi favorit idamannya. Setelah lulus kuliah masalahnya adalah bagaimana ia mendapatkan pekerjaan yang layak.Setelah mendapat pekerjaan karena telah dewasa biasanya masalah berikutnya adalah bagaimana mendapat istri yang baik. Setelah mendapat istri kalau kemudian ia belum juga mendapat keturunan ini menjadi masalah berikutnya. Kalau kemudian mendapatkan keturunan masalah yang menghadapi adalah bagaimana merawat dan membiayai kehidupan sang bayi. Setelah itu sang bayi akan tumbuh dewasa dan masalahnya akan kembali berulang sama seperti ketika ia sekolah dan seterusnya.Dalam kitab al hikam ibnu athoillah merangkum 4 hal yang akan terjadi pada seorang muslim dan bagaimana menghadapinya.Yang pertama adalah Kondisi ketaatan kepada Alloh. Pada saat ini kita bisa menjalankan perintah dan menjauhi larangan dengan baik. Maka pada saat ini tugas dan kewajiban kita adalah bersyukur kepada tuhan karena Dialah yang sesungguhnya yang memberi kekuatan untuk taat, bukan kemauan atau ilmu yang kita miliki. Kondisi yang kedua adalah kondisi maksiat.Sebuah hadis mengatakan kalau manusia tidak maksiat Alloh akan mengganti dengan makhluk baru yang dia berbuat kesalahan/maksiat kemudian bertobat kepadaKU. Artinya manusia pasti akan berbuat kesalahan/maksiat, oleh karena itu pada saat itu terjadi adab kita sebagai seorang hamba adalah bertobat kepada Alloh dan berjanji tidak akan mengulanginya. Yang ketiga adalah kondisi ketika kita dipuji oleh orang. Bagaimana sikap kita seharusnya menghadapi pujian? Kita harus menyadari bahwa kita adalah manusia biasa yang mempunyai kelebihan dan juga kekurangan.Kita juga makhluk yang kadang taat tapi juga kadang maksiat. Kenapa orang memuji kita? Jawabannya adalah karena Alloh menutupi kelemahan atau kemaksiatan yang kita lakukan sehingga orang tersebut hanya melihat kelebihan atau ketaatan kita.Maka pada saat ini adab kita sebagai seorang hamba adalah tidak besar kepala karena pujian dan menyadari pujian tersebut karena tutup yang Alloh berikan kepada kesalahan-kesalahan kita. Kondisi yang keempat adalah kondisi dicela orang. Pada suatu ketika kita akan menghadapi kondisi ini. Apakah dicela oleh atasan kita, teman ataupun musuh kita.Maka pada saat ini jangan sampai hati kita lemah dan mengembalikan semuanya kepada Alloh karena dialah yang menutupi kebaikan-kebaikan kita sehingga orang hanya melihat yang jelek dari kita. Kalau kita bisa bersikap seperti ini maka kita bisa menata hati kita sehingga akan tenang dalam menghadapi semua kemungkinan yang terjadi dalam kehidupan kita.Wallahu alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: