Amalan yang mendatangkan hajat

Jika ditanya mana amalan yang paling mendatangkan hajat? Baca shalawat nariyah 4.444, baca yasin 41 kali, baca ya latif 16641, atau kamu punya amalan lain? Dalam posting kali ini aku mencoba membahas masalah ini-tentu ini pengecualian bagi orang yang sudah ahli dalam amalan di atas sehingga bacaan ribuan kali bukanlah pekerjaan yang berat yang menguras energi dan waktu.
Sebabnya pertama jangan sampai hajat pribadi kita mengalahkan amalan istimai (bersama) yang sudah isiqomah kita lakukan. Sebagaimana sebuah kisah pada jaman umar bin khatab. Suatu saat ia menjadi imam sholat subuh, sudah menjadi kebiasaannya bila selesai sholat ia akan membalikkan badan untuk memeriksa jamaahnya. Dilihatnya pada saat itu  salah seorang pemuda yang biasa sholat di masjid tidak terlihat bersama jamaah. Maka bertanyalah ia kepada ibu si pemuda yang kebetulan juga istiqomah sholat jamaah di masjid. Maka ibu tersebut menjawab bahwa putranya tidak bisa hadir di masjid karena kecapekan setelah semalam suntuk sholat tahajud. Mendengar hal itu maka umar memberi nasihat aku lebih suka 2 rokaat sholat subuh berjamaah di masjid daripada semalam suntuk sholat tahajud. Tentu sholat tahajud yang panjang adalah sebuah amalan yang sangat dianjurkan tetapi meskipun begitu kita harus menjaga agar amalan infirodi/pribadi jangan sampai mengalahkan amalan istimai seperti sholat jamaah. Kedua amalan adalah semacam doa kepada yang maha kuasa tentang permasalahan atau keinginan terhadap suatu hal. Oleh karena itu sebelumnya berikut ini beberapa hal yang diberikan dari Ibnu athoillah dalam kitab al hikam bab tentang doa:
  1. Alloh telah menjamin setiap doa dalam apa yang dia kehendaki untukmu, bukan menurut kehendakmu dan pada waktu yang ditentukannya, bukan pada waktu yang engkau tentukan.
  2. seringkali permintaanmu kepada alloh mengandung pengertian menuduh khawatir alloh tidak memberi kepadamu.
  3.  Bukanlah tujuan utama hanya sekedar minta tetapi tujuan utama ialah engkau mengetahui adab tehadap tuhanmu.

Dari hal tersebut di atas menurut Ibnu athoillah apa yang kita minta dalam doa bukanlah tujuan utama,  maksud utamanya adalah supaya kita bisa berbisik-bisik dengan tuhan dan mengetahui adab tatakarama dengan tuhan, bahwa kita minta bukan menyuruh tuhan untuk melakukan apa yang kita minta.Terserah tuhan apakah ia mau mengabulkan permohonan kita atau tidak. Tapi karena Alloh sudah berjanji menerima setiap doa yakinlah bahwa doa kita akan terkabul.Cuma bentuk dan waktu penerimaan doa terserah yang maha kuasa. Ada 3 bentuk penerimaan doa:

  1. langsung dikabulkan saat ini.
  2. disimpan untuk perbendaharaan kita di akhirat.
  3. dihindarkan dari malapetaka sebab apabila dikabulkan doa kita akan mengundang bahaya di kemudian hari Penolakan berupa penghindaran dari bahaya adalah salah satu bentuk penerimaan doa kalau kita tahu.

Jadi kesimpulannya Alloh tahu apa yang terbaik untuk kita, apa saja yang bentuk pengabulan doa kita yakinlah bahwa itulah yang terbaik untuk kita. Sedangkan bagi kita selain amalan di atas (baca yasin, nariyah, atau ya latif) kita dapat menggunakan amalan yang sudah istiqomah yang biasa kita kerjakan. Jika kita istiqomah membaca al quran 1 juz tiap hari, maka selesai hal tersebut bisa kita jadikan wasilah/perantara permohonan kepada alloh. Begitu juga jika kita biasa sholat tahajud, kita bisa gunakan amalan tersebut untuk memohon kepada alloh. Biasanya doa yang dikabulkan adalah disertai dengan hati yang ikhlas, dan salah satu ciri amalan yang ikhlas adalah amalan yang istiqomah. Wallahu alam. 


    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: