Tetap bertahan atau pindah kerja / resign

Seringkali kita dihadapkan pada suatu pilihan untuk bertahan atau mencari kerja di tempat lain? Permasalahan di atas dicoba dicari jawabannya tentu sesuai dengan tema blog ini dalam perspektif pemikiran islam modern.
Kondisi ini terjadi karena beberapa sebab:
  1. Jenuh atau bosan karena kita menghadapi kondisi yang sama selama bertahun-tahun dimana kita butuh tantangan baru.Secara alamiah otak manusia memang didesain untuk siap mempelajari hal-hal baru. Jika hanya dipakai untuk mengulang progam yang sama sepanjang waktu, otak kita akan kehilangan sifat kreatif dan adaktif. Untuk itu kita butuh penyegaran baru yang akan lebih menantang kita untuk lebih bekerja dengan baik.
  2. Kondisi kerja yang buruk. Ketika kita melamar kerja kita seringkali tidak mengetahui kondisi atau sistem kerja perusahaan tersebut. Kita baru mengetahui ketika kita masuk dan bekerja di perusahaan. Bisa jadi kita terdampar dalam suatu sistem kerja yang eksploitatif dimana tuntutan kerja lebih daripada yang kita dapat. Tentu itu belum seberapa jika ditambah tanggungjawab yang harus kita pikul takkan bisa terpenuhi kecuali dengan manipulasi atau semacamnya yang intinya mengingkari kebenaran.
Dari kondisi yang ada akhirnya kita dihadapkan pada suatu pilihan yang kita harus memilih salah satunya.Sebelum kita menjatuhkan pilihan ada baiknya kita bertanya kepada diri sendiri sebenarnya apa yang kita cari dalam hidup ini? Apakah tujuan hidup kita untuk mengejar karier? Atau kita mencari kenyamanan kerja? Kalau tujuan kita untuk mengejar karier tentu kita harus siap meningkatkan diri kita sehingga kita pantas untuk menduduki posisi yang lebih tinggi.Kedua jika memang karier yang kita inginkan kalau kita ingin pindah kerja kita harus mencari perusahaan yang memang mempunyai jenjang karier yang jelas. Sedangkan kalau kenyamanan dalam bekerja kita harus bisa mengatasi rasa bosan dalam bekerja yang timbul karena rutinitas dalam jangka waktu yang panjang. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pola kerja yang berbeda dari yang biasa kita lakukan tentu tanpa merusak sistem kerja yang baku. Apapun yang akan kita pilih berikut ini  ada nasihat dari seorang ulama yang mengatakan jangankan berpindah dari satu maqom/tempat ke maqom yang lain seperti keledai yang berputar menggiling gandum, tetapi berpindahlah dari maqom kepada yang menciptakan maqom. Jaman dahulu untuk menumbuk padi atau gandum caranya menggunakan penumbuk yang diputar oleh seekor keledai. Keledai tersebut berputar dari sudut yang satu ke sudut yang lain tetapi sebenarnya ia tidak berubah tetap di situ saja. Maksudnya adalah walaupun karier kita meningkat sesungguhnya kita tidak berubah maqom atau tempat Bagi seorang muslim karier adalah amanah yang yang tidak perlu kita kejar tetapi harus ditunaikan kalau memang kita mendapatkannya.Sehingga jika karier kita meningkat kehidupan rohani kita juga bisa terjaga. Wallahu allam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: