Bani Abbasyah di Bagdad

Sejarah mencatat pusat kekuasaan Dinasti Abbasiyah berada di Bagdad. Selama Abbasiyah berkuasa pola pemerintahan diterapkan secara berbeda-beda sesuai kondisi politik, sosial dan budaya setempat. Dinasti ini disebut Abbasiyah karena merupakan keturunan dari Al Abbas (Bani Abbas) yang merupakan paman rosullullah.

Sejak lama keluarga nabi (Bani Hasyim) termasuk Bani Abbas menuntut kepemimpinan di tangan mereka.Tuntutan ini menjadi perlawanan terutama setelah Muawiyah naik menjadi khalifah setelah Ali bin Abi Thalib.Memang antara Ali bin Abi Thalib sering berseberangan secara politis dengan Muawiyah tetapi sesungguhnya mereka adalah pahlawan-pahlawan islam yang membanggakan. Sebagaimana rosullullah pernah berkata dua orang yang tidak pernah bertemu di dunia (secara politis) tetapi di akhirat mereka akan bersahabat karib yaitu Ali bin abi thalib dan Muawiyah bin abu sufyan. Pada awalnya pemerintahan Bani Abbas berlangsung dengan cukup baik. Kondisi kota bagdad cukup ramai dan kemakmuran rakyat meningkat.Di era Harun Arrasyid kekuasaan islam membentang dari ujung timur India sampai ujung barat tripoli. Perluasan wilayah terus berlangsung disamping pembangunan masjid, perpustakaan, madrasah, rumah sakit, pabrik dan industri. Bahkan jumlah masjid pada masa ini mencapai 300.000 buah. Para sejarawan membagi bani Abbasyah menjadi 5 periode:
  1. Masa pengaruh persia
  2. Pengaruh Turki
  3. Di bawah kekuasaan dinasti Buwaihi
  4. Dibawah kekuasaan dinasti Seljuk
  5. Masa kekhalifahan bebas dari pengaruh dinasti lain tetapi kekuasaan hanya efektif di seputar bagdad
Pada fase akhir bani Abbasiyah terus melemah apalagi setelah mendapat serbuan pasukan Mongol yang dipimpin oleh Jengis khan yang akhirnya menghancurkan Bagdad termasuk khalifah terakhir setelah mereka menyerahkan kunci gerbang Bagdad sebagai tanda menyerah.
Berikut ini adalah nama khalifah yang sempat memimpin pada masa Bani Abbasiyah:
  1. Assaffah tahun 749-753 M
  2. Al Manshur tahun 753-774 M
  3. Al Mahdi tahun 774-785 M
  4. Al Hadi tahun 785-786 M
  5. Arrasyid tahun 786-808M
  6. Al Amien tahun 808-813 M
  7. Al Makmun tahun 813-833 M
  8. Al Muthasim tahun 833-841M
  9. Al Watsiq tahun 841-846 M
  10. Al Mutawakkil tahun 846-861 M
  11. Al Munthasir tahun 861-862 M
  12. Al Mustaim tahun 862-866 M
  13. Al Mutazz tahun 866-868 M
  14. Al Muhtadi taun 868-869 M
  15. Al Mutamad tahun 869-892 M
  16. al Muthadid tahun 892-901 M
  17. Al Mukthafi tahun 901-907M
  18. al Muqtadir tahun 907-923 M

Bani Buwaihi

  1. Al Qohir tahun 932-933 M
  2. Ar Radhi tahun 933-940 M
  3. Al Multaqi tahun 940-944 M
  4. Al Muktafi tahun 944-945 M
  5. Al Muthi tahun 945-973 M
  6. Aththai tahun 945-999M
  7. Al Qodir tahun 973-991 M
  8. Al Qoim tahun 1030-1074 M

Bani Seljuk

  1. Al Mugtadi tahun 1074-1094 M
  2. Al Muthazhhir tahun 1094-1118 M
  3. Al Mustarsyid tahun 1118-1134 M
  4. Al Rasyid tahun 1134-1135 M
  5. Al Mugtafi tahun 1135-1160 M
  6. Al Mustanzid tahun 1160-1170 M
  7. Al Mustadhi tahun 1170-1179 M
  8. Al Nashir tahun 1179-1225 M
  9. Azzhazir tahun 1225-1226 M
  10. Al Mustanshir tahun 1226-1242 M
  11. Al Mustasin tahun 1242-1258 M

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: