Turki Ustmani

Katakanlah: wahai Tuhan yang memiliki kerajaan , Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran: 26).

Petikan surat Ali Imran diatas kiranya cukup untuk menggambarkan realita yang terjadi tentang silih bergantinya kekuasaan para raja di dunia ini. Sebagaimana sekarang negara Amerika Serikat menjadi negara adikuasa, sebelum itu sejarah islam mencatat negara Turki Utsmanipun sempat menjadi negara adikuasa .
Dinasti Utsmani didirikan oleh Usman putra Ortogol dari kabilah Oghuz di Mongol. Ia dan pasukannya datang ke Turki untuk meminta perlindungan penguasa Seljuk II dari serangan pasukan Mongol. Kelompok ini membantu Alaudin sehingga diberi kepercayaan menjadi panglima perang dinasti Seljuk menggantikan ayahnya. Setelah sultan Alaudin wafat Usman menggambil kekuasaan dan berdirilah dinasti Turki Utsmani. Puncak kejayaan dinasti Turki Ustmani pada saat dipimpin oleh Sulaiman I yang dijuluki Al Qonuni karena kemampuannya membuat undang-undang yang mengatur Turki dengan baik. Ia disebut juga Sulaiman Yang Agung karena pada masanya mampu membuat Turki menjadi negara yang disegani.Tokoh lainnya adalah sultan Muhammad Al Fatih yang pada masanya berlangsung penaklukan besar-besaran terutama penaklukan konstantin sampai mencapai Serbia, Albania dan Hunggaria.Para khalifah Turki utsmani mempunyai semangat jihad yang tinggi ditambah persenjataan modern yang dimiliki sehingga negara di wilayah utara sepert China, Monggol, Tasken dan Turkistan dan sebagian wilayah Rusia tunduk dan membayar upeti selama kurang lebih 200 tahun.Demikian pula sebagian wilayah barat. Pada tahun 1876 Sultan Abdul Hamid II naik tahta. Beliau terkenal tegas dan keras. Sikap keras nya membuat banyak orang tidak suka terutama pihak eksternal yang kemudian merencanakan konspirasi. Tidak kurang 100 makar yang berlangsung selama ratusan tahun. Barulah pada tahun 1924 seorang bernama Musttafa kamal Attaturk berhasil merebut kekuasaan Turki Utsmani dan menggantinya dengan negara sekuler.Wallahu allam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: