Sepak bola kita

Kemarin ada 2 berita di televisi tentang sepak bola yang menarik perhatianku. Pertama berita dari luar negeri tepatnya pelatih nasional sepak bola Jerman Joachim Loew dan anak asuhnya di Der Panzer mendapatkan penghargaan pemerintah tertinggi karena jasanya mengangkat sepak bola Jerman sehingga dapat berprestasi di tingkat internasional. Ini dibuktikan dengan menjadi juara kedua di piala Eropa dan menjadi juara ketiga di Piala Dunia 2010.
Joachim Loew dianggap berprestasi karena berhasil mengadakan revolusi di tubuh Timnas jerman yang sebelumnya lebih memilih pemain senior yang lebih matang yang ditandai dengan dominannya pemain-pemain yang telah berumur dan merubahnya dengan pemain pemain yang lebih muda. Kalau sebelumnya Timnas Jerman kebanyakan dihuni pemain gaek yang rata rata berumur 30 tahunan sekarang kebanyakan dihuni pemain-pemain muda yang ternyata memiliki semangat juang yang baik. Kedua Joachim Loew juga berjasa merubah tipe bermain Jerman yang sebelumnya lebih bertahan dengan mengandalkan serangan balik diubah menjadi lebih menyerang. Kombinasi antara permainan menyerang dan semangat juang anak-anak muda jerman terbukti sukses dalam 2 kompetisi besar yang diikuti. Walaupun tidak sebagai juara pertama tetapi itu rupanya sudah cukup bagi rakyat Jerman untuk mengapresiasi kerja keras mereka di Timnas Jerman. Berita kedua adalah tentang kondisi Timnas kita yang tidak pernah membaik bahkan terus memburuk prestasinya. Metro TV(9/10/2010) bahkan mengadakan perbincangan mengenai hal tersebut dengan topik yang bombastis Sepak bola : Mempermalukan bangsa. Setelah pernah berprestasi lumayan di tingkat asia kemudian menurun menjadi menjadi macan Asia tenggara karena prestasi di tingkat lokal. Setelah itu di kejuaraan di tingkat Asia Tenggara kitapun lebih sering pulang dengan tangan hampa. Kondisi ini di tambah dengan kondisi liga yang semrawut, kondisi klub yang kembang kempis dan juga kerusuhan antar seporter yang sering mewarnai pertandingan.Walhasil dengan semua kondisi yang ada tentu tidak aneh jika kita tidak kunjung berprestasi. Masalahnya jika cabang olah raga lain tentu tidak menjadi persoalan tetapi ini adalah merupakan wajah dari olah raga paling populer di negeri ini . Wajar saja banyak yang prihatin dengan kondisi ini. Jerman yang menjadi tim spesialis turnamen karena prestasinya walaupun tidak menjadi juara dalam dua kompetisi besar terakhir yang diikuti tetapi permainan impresif pemain muda jerman cukup menginspirasi anak-muda muda jerman untuk tidak mudah menyerah dan bangga atas Timnas negaranya. Dan atas dasar itulah mereka mendapatkan penghargaan dari negaranya. Menurut aku lupakan dulu prestasi Timnas kita di tingkat apapun. Tetapi setidaknya sudah lama (atau bahkan tidak pernah) kita melihat pemain sepak bola kita bermain dengan semangat juang yang tinggi sampai menit terakhir. Tidak mudah menyerah tetapi tetap dapat mengontrol emosi sehingga tidak terjadi tawuran antar pemain dan juga dapat mengontrol diri untuk tetap menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Muga-muga kita bisa melihat kembali Timnas kita berprestasi tingkat yang lebih tinggi. Doaku dan seluruh blogger indonesia untuk Timnas Indonesia.

One response to “Sepak bola kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: