Refleksi Idul Adha

Tanggal 17 November 2010 ini umat islam akan merayakan hari raya idul adha. Dalam kalender islam ada 2 hari raya yang diperingati yaitu idul fitri dan idul adha. Idul fitri diperingati untuk mensyukuri nikmatnya iman. Sebelum idul fitri diawali dengan puasa ramadhan selama sebulan penuh. Dan orang yang diseru untuk berpuasa adalah orang beriman sebagaimana firman Alloh: Wahai orang-orang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu. Oleh karena itu orang yang pantas merayakan kemenangan adalah orang yang telah berhasil melaksanakan puasa ramadhan selama sebulan penuh.
Hari raya kedua yang diperingati oleh umat islam adalah Idul Adha. Idul Adha diperingati untuk mensyukuri nikmatnya perjuangan (mujahadah) melawan hawa nafsu. Dua hari raya ini berlangsung berurutan dengan maksud setelah beriman maka kita dituntut untuk meningkatkan perjuangan sehingga semakin meningkat ketakwaan kita kepada Sang Maha Kuasa. Sistem ini dilembagakan dengan cara penyembelihan hewan kurban. Hewan kurban adalah wujud dari harta yang kita miliki yang harus dikurbankan untuk mengurangi kecintaan kita kepada dunia. Harta adalah salah satu penyebab yang menjauhkan kita pada sang Khalik. Demikian juga harta dapat menyebabkan kedekatan dengan sang Khalik. Berlatih mengorbankan harta adalah latihan awal untuk mencapai mujahadah yang lebih tinggi yaitu berlatih untuk meninggalkan kesenangan terhadap diri sendiri. Kecintaan kepada diri sendiri yang berlebihan adalah penghalang terbesar kemajuan materi maupun spiritual kita.Dalam kontek kehidupan professional konsep ini dapat kita gunakan untuk peningkatan kehidupan kita menjadi lebih baik. Seringkali orang ingin berhasil dengan cara instant tanpa perjuangan dan kerja keras. Akhirnya dipakailah segala cara untuk memanipulasi kondisi. Cara ini di awal kelihatannya berhasil mencapai tujuan tetapi lambat laun tidak lama kemudian akan gagal total karena bertentangan dengan hukum alam yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa sejak jaman azali. Dan ketetapan Alloh ini tidak akan berubah sampai hari kiamat. Jika begitu banyak keinginan kita yang belum tercapai baik secara materi maupun spiritual ada baiknya hari idul adha kita jadikan refleksi untuk meningkatkan perjuangan kita melawan hawa nafsu kita. Caranya, pertama dengan mensyukuri apapun pencapaian yang telah kita raih. Apapun keberhasilan ataupun kegagalan harus disyukuri sebagai proses menuju perbaikan.yang ada Kedua mengoreksi tujuan yang ingin kita capai. Apakah tujuan itu adalah demi kehidupan yang lebih baik atau cuma memperturutkan hawa nafsu ingin dilihat “wah” oleh orang lain. Ketiga menyusun skala prioritas yang akan kita kerjakan mana yang terpenting, penting dan kurang penting yang bisa digantikan dengan hal yang lain. Keempat dengan melihat seluruh sistem hidup kita terutama waktu yang ada apakah kita sudah menggunakannya dengan baik. Mencari waktu yang lowong yang biasanya hanya kita gunakan untuk istirahat dan kegiatan yang kurang produktif bisa digunakan untuk mencapai tujuan hidup kita. Banyak waktu istirahat yang dapat kita kurangi seperti waktu tengah malam yang bisa digunakan untuk sholat Tahajud. Bangun ditengah malam yang hening membuat kita bisa konsentrasi melaksanakan sholat Tahajud sehingga bisa khusuk memohon kepada Sang Maha Kuasa untuk mencapai kemajuan dalam bidang materi dan spiritual yang kita inginkan. Sesungguhnya hanya dengan pertolonganNya kemajuan yang kita inginkan dapat tercapai. Jadi selamat Idul Adha (10 Dzulhijjah 1431 H). Selamat berkurban. Wallahu allam

One response to “Refleksi Idul Adha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: