Bersilat lidah

Dalam dunia profesional ada 2 kata yang cukup mewakili untuk sukses dalam dunia kerja yaitu jujur dan tanggungjawab. 2 kata itu menurutku adalah dua kata yang patut dipilih dari banyak kata yang lain. Selain itu karena kita bekerja dengan banyak orang lain maka kita juga harus mampu berkomunikasi dengan baik karena setiap kondisi maupun secara personal belum tentu menerima suatu hal walaupun maksud yang disampaikan sama.Ketika kita berbicara dengan bos kita atau dengan klien, kita harus memperhatikan hal tersebut dan bahkan kadang-kadang kita harus mampu sedikit bersilat lidah sehingga mereka mau menerima apa yang kita sampaikan atau paling tidak mereka tidak salah terima dengan apa yang kita sampaikan. Apalagi jika itu adalah klien yang terpenting bagi perusahaan kita.
Ada cerita yang mengilhami tulisan ini. Suatu ketika khalifah Al Mansur bermimpi semua giginya patah. Karena ingin mengetahui tabir mimpinya maka ia memanggil seseorang yang mengetahui ilmu tabir mimpi. Setelah dihadapkan orang tersebut, sang raja mulai menceritakan tentang mimpinya. Setelah itu si penabir mimpi berkata arti dari mimpi tuan adalah nanti seluruh kerabat tuan akan meninggal semua. Rupanya sang khalifah kurang berkenan terhadap perkataan tamunya dan berkata”O begitu. Ya sudah kamu kembali saja ke tempatmu”kata sang raja ketus kelihatan dari wajahnya bahwa ia kurang berkenan. Dan penabir mimpi berlalu kembali kerumahnya. Rupanya sang raja masih berniat untuk mengetahui arti mimpinya. Maka dipanggilnya penabir mimpi yang lain. Penabir mimpi yang kedua ini sebelum menghadap sang raja menghubungi penabir mimpi yang pertama kenapa sebelumya ia dipanggil sang raja.. Maklum diantara teman seprofesi memang sering ada komunikasi. Maka penabir mimpi yang pertama menceritakan bahwa sang raja telah bermimpi dan ia mengartikan seperti cerita di atas. Mendengar hal itu penabir mimpi yang kedua terus berpikir apa yang nanti dikatakan kepada sang raja karena mimpi gigi tanggal dalam ilmu tabir mimpi artinya adalah kerabat akan meninggal dunia. Ia tidak mungkin menabir dengan maksud lain. Itu tidak jujur terhadap kode etik profesi penabiran”batinnya. Kemudian sampailah ia di hadapan sang raja. Raja mulai menceritakan mimpinya.Setelah itu sang rajapun bertanya”menurut kamu apa arti mimpiku ini? Si penabir mimpipun menghela nafas panjang. Jika mengatakan apa adanya ia kawatir sang raja kurang berkenan. Untungnya di menit-menit akhir ia menemukan ide. Sambil mengatur duduknya iapun berkata” tuan nanti akan diberi umur yang panjang. Begitu pula kerabat-kerabat tuan. Namun nanti diantara semua kerabat, tuanlah yang nanti meninggal paling akhir. Mendengar jawaban penabir mimpi ini sang rajapun diam sebentar untuk mencerna maksud dari mimpinya. Tetapi setelah itu ia tertawa terbahak-bahak. “Ah, tabir mimpimu sama dengan yang pertama. Cuma kamu pintar bersilat lidah untuk mengatakan hal yang sama. Ya sudah kamu pulang sana”kata sang raja sambil menyuruh pembantunya untuk memberi penabir mimpi ini dengan sepuluh dirham uang emas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: