Stop! Qurban banjiri kota

Dalam menyambut hari raya Idul Adha di masjid di lingkunganku di adakan musyawarah pengurus takmir masjid yang berkoordinasi dengan warga masyarakat sekitar untuk membentuk panitia penyembelihan hewan qurban. Sampai malam ini ada 3 sapi dan 5 ekor kambing yang siap untuk disembelih. Jumlah itupun biasanya masih bisa bertambah beberapa ekor kambing sampai menjelang hari H-nya. Sedangkan untuk sapi kelihatannya tidak akan bertambah karena 1 sapi adalah urunan dari 7 orang warga.

Dalam musyawarah tadi ada fakta yang menarik karena nantinya daging qurban dibagikan tidak hanya kepada fakir miskin saja tetapi bahkan kepada seluruh warga tidak peduli kaya atau miskin bahkan non muslimpun nanti juga akan kebagian. Fakta ini kelihatannya terjadi di hampir atau bahkan seluruh masjid di kotamadya. Ada sebab yang menyebabkan hal tersebut. Pertama karena banyaknya masjid yang ada di kota. Jarak antar masjid di kota biasanya tidak terlalu jauh dan masing-masing melaksanakan penyembelihan qurban sendiri-sendiri. Kedua sedikitnya jumlah fakir miskin yang ada di kota sehingga akhirnya kelebihan hewan qurban dibagikan ke seluruh warga. Fakta yang kedua seperti yang disampaikan ketua takmir adalah adanya permintaan hewan qurban untuk disembelih di daerah kabupaten yang ada di pinggiran daerah. Ternyata di pelosok-pelosok desa justru kekurangan hewan kurban yang akan disembelih ditambah banyaknya fakir miskin yang ada di sana.Ada laporan di sebuah desa di kabupaten Ngawi hewan qurban dibagikan dalam bentuk tusuk sate dan setelah dibagikan ternyata setiap warga hanya menerima satu tusuk sate saja. Itu masih belum seberapa karena di beberapa daerah bahkan tidak ada satupun hewan qurban yang disembelih disana.Atas dasar itulah akhirnya diputuskan untuk mengirim 2 ekor kambing untuk disembelih di daerah pinggiran berdasarkan permintaan yang masuk ke panitia. Setidaknya dari fenomena di atas kita bisa melihat bahwa umat islam mempunyai potensi yang besar yang apabila dapat dikoordinasikan dengan benar akan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada. Apalagi jika kita melihat bencana alam yang datang seperti gunung Merapi yang meletus di Jogjakarta dan Jawa tengah, tsunami di Mentawai dan banjir bandang di Wasior Papua. Tentunya mereka lebih membutuhkan daripada siapapun juga. Dana umat yang begitu besar dapat digunakan untuk membangun kembali perumahan dan infrastruktur yang ada di daerah bencana sehingga mereka dapat menata hidupnya kembali. Hal ini lebih baik daripada pemerintah menggunakan dana untuk perbaikan daerah bencana dari utang luar negri yang menyebabkan kita semakin tidak mempunyai independensi dalam bersikap. Semoga dengan begitu hari raya Idul Adha tidak hanya bermakna ritual yang menjadi rutinitas tahunan belaka.Wallahu Allam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: