10 Karakter pembaca blog

Tulisan ini sebenarnya adalah adaptasi dari sebuah survey yang dilakukan oleh majalah Marketing yang tentang 10 karakter unik konsumen Indonesia.Konsumen Indonesia yang disurvey tentu saja adalah pengguna internet atau lebih spesifik lagi mereka adalah juga pembaca blog. Dengan mengetahui karakter mereka kita dapat membuat konten yang sesuai dengan keinginan mereka sehingga harapannya blog kita menjadi referensi utama ketika mereka browsing di internet sesuai dengan target keyword yang kita bidik. Dalam mengulas hasil survey disertai dengan penjelasan yang disesuaikan dengan dunia blogging:
  1. Berpikir jangka pendek. Konsumen Indonesia senang dengan yang serba instant. Oleh karena itu mengapa pangsa pasar makanan atau minuman instant terus tumbuh membesar.Mulai dari mie instant, minuman penambah tenaga sampai dengan pola pikir instant yang dapat kita lihat misalnya dalam dunia politik dengan maraknya money politik terutama pada saat pilkada atau pemilu legislatif. Money politik adalah cara paling instant untuk menaikkan popularitas seorang calon. Dalam dunia blogging dengan mengetahui karakter pembaca blog ini setidaknya mengarahkan kita dalam membuat konten yang jelas, singkat dan memberi solusi pada permasalahan yang diangkat. Yang tidak kalah penting adalah gunakan template yang seo friendly sehingga blog kita cepat terbuka ketika diklik supaya pembaca tidak kelamaan menunggu untuk menghindari mereka beralih ke blog lain akibat hal ini.
  2. Tidak terencana. Kebiasaan orang Indonesia adalah enggan merencanakan sesuatu jauh-jauh hari. Karakter ini sebenarnya masih berhubungan dengan karakter yang pertama yaitu berpikir jangka pendek sehingga malas merencanakan sesuatu yang berjangka panjang. Itulah kenapa bisnis asuransi sulit berkembang di indonesia.Demikian juga dalam pasar ritel, kebanyakan konsumen berbelanja di ritel modern melakukan impulse buying atau pembelian yang tidak terencana. Oleh karena tempat yang memungkinkan impulse buying menjadi sasaran para pemasar terutama yang berada di dekat kasir.Strategi yang bisa dilakukan: memperluas konten blog dengan berbagai label misalnya dengan blogging tutorial, teknik penulisan (writing), SEO dan monetisasi blog selain konten utama kita.Bisa juga dengan memperluas konten utama dengan ide yang serupa. Contohnya adalah Pet holding company setelah membeli blog I Can Cheezburger yang berisi lolcats (gambar kucing lucu) kemudian mengembangkan konsep serupa ke gambar anjing lucu (dogcats). Hasilnya luar biasa blog ini mempunyai 12 juta pengunjung unik setiap bulannya!
  3. Suka berkumpul. Konsumen Indonesia tergolong masyarakat yang senang berkumpul. Oleh karena kenapa arisan yang merupakan tempat berkumpul, banyak diminati oleh masyarakat misalnya arisan RT, RW, sepeda motor dll. Dalam dunia bloggingpun banyak lahir komunitas yang berasal dari sahut-sahutan di blog kemudian lahirlah komunitas seperti Komunitas Tangan Diatas (TDA). Adalah Badroni Yuzirman yang biasa menulis tentang inspirasi bisnis dengan bahasa ringan dan terkesan kalem di blognya. Tulisannya cepat menular bagai virus buat pembacanya. Tidak lama kemudian terbentuklah TDA sebagai forum diskusi, silaturahmi, berbagi pengalaman bisnis dan kerap melakukan kopi darat berupa seminar, talkshow dan semacamnya.
  4. Gagap teknologi.Penguasaan teknologi pengguna internet Indonesia cukup rendah oleh karena ketika menulis hal yang bersifat teknis misalnya blog tutorial akan lebih jelas bila ditampilkan gambar yang mendukung.
  5. Orientasi pada konteks. Masyarakat kita cenderung menilai sesuatu dari tampilan luarnya. Dengan begitu konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu sendiri. Banyak pendapat mengatakan kalau orang indonesia memiliki minat baca yang rendah ketimbang negara lain. Terutama membaca literatur yang padat berisi ilmu pengetahuan. Mereka lebih suka bacaan yang dipilih adalah berita ringan, roman, isu atau gosip, komik dan berita kriminal. Strategi yang digunakan dalam dunia blogging adalah membuat konten yang tidak terlalu panjang tetapi jelas dan informatif.
  6. Suka merek luar negri. Merek Indonesia masih dipersepsikan murah karena dianggap secara kualitas dan brand dianggap kurang dari merk luar negri. Oleh karena itu banyak produk lokal yang menggunakan nama asing untuk brand produk untuk mengantisipasi hal ini. Tentu untuk membangun sebuah persepsi bukan suatu yang mudah dan butuh waktu yang tidak sebentar. Begitu juga dengan blogging, untuk dipersepsikan dengan baik juga perlu waktu. Tetapi asal kita tetap fokus dan konsisten insyaalloh cepat atau lambat kita akan dipersesikan dengan baik dalam topik yang kita pilih.
  7. Religius. Bangsa indonesia adalah masyarakat yang menjunjung tinggi norma agama.Menurut survey Frontier menyatakan 57,9% konsumen sangat memperhatikan label halal. Oleh karena itu kenapa isu agama lebih dominan diperhatikan dari isu kesehatan, lingkungan hidup dll. Contohnya adalah masalah rokok walaupun terbukti merusak kesehatan rokok tetap banyak dikonsumsi sepanjang rokok tidak diharamkan oleh agama. Demikian juga pembatasan untuk pemasaran bir atau minuman berakhohol bukan semata-mata karena minuman ini memabukkan tetapi lebih karena dilarang dalam agama.Dalam blogging kitapun harus berhati-hati dalam membuat tulisan sehingga tidak melanggar SARA.
  8. Gengsi.Masalah gengsi sering menjadi pertimbangan utama dalam membeli produk. Terutama sekali untuk masyarakat menengah ke atas karena untuk masyarakat lapisan bawah gengsi belum muncul karena mereka masih berkutat pada kebutuhan dasar yaitu kebutuhan fisik berupa makanan dan minuman. Demikian juga masyarakat yang paling atas justru tidak gengsi karena mereka sudah mapan. Oleh karena itu segmentasi pembaca blog yang kita tuju perlu kita lakukan supaya kita dapat menulis untuk mereka secara tepat.
  9. Kuat di subkultur. Konsumen Indonesia mempunyai unsur fanatisme daerah yang cukup tinggi. Pada produk-produk tertentu ada hal-hal yang bersifat lokal yang harus diperhatikan, misalnya orang jawa suka manis,orang Padang suka yang pedas. Orang Batak suka bicara keras dan orang Semarang senang menawar.Dalam menulis blog pemilihan bahasa ataupun idiom adalah detail yang bisa diperhatikan sesuai dengan target pembaca yang dituju.
  10. Kurang peduli lingkungan. Ketika menulis blog kita harus memperhatikan apakah tema tersebut cukup menarik perhatian banyak orang. Untuk mengetahuinya kita bisa mengeceknya lewat Google adword. Dari hasil survey di atas tema tulisan tentang lingkungan hidup kurang begitu menarik banyak pembaca. Hasil survey di atas bisa kita pertimbangkan bila ingin mengangkat tema lingkungan sebagai bahan tulisan kecuali kalau kita memang mempunyai kemampuan menulis yang cukup baik sehingga mampu menarik perhatian orang lewat apapun yang kita tulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: