Tahu crispy vs tahu kremes

Tahu boleh dibilang makanan sehari-hari kita disamping sahabat karibnya tempe.Keduanya merupakan menu harian sebagian besar rakyat indonesia.Tentu karena keseringan makan tempe dan tahu sehingga kita tidak begitu “ngeh” lagi bila melihat keduanya disuguhkan di hadapan kita.Tapi apa boleh buat keduanya adalah makanan yang bisa dan biasa dihidangkan orang tua kepada kita anak-anaknya.Sebenarnya dengan sedikit modifikasi, tahu dapat kembali menempati jajanan yang mengundang selera.

Ini dapat dilihat di jalan utama di dikotaku Madiun atau mungkin di kota lainnya banyak orang berjualan tahu baik itu tahu crispy, tahu kremes atau tahu bulat rasa ikan tuna.Dalam berwirausaha ada suatu metode yang bisa kita lakukan yaitu yang dikenal dengan ATM atau singkatan dari Amati, Tiru dan Modifikasi. Kita tinggal mencari suatu produk yang sukses di pasar kemudian kita tiru dan dengan sedikit modifikasi jadilah produk baru yang serupa tapi tidak sama.Itu mungkin yang terjadi pada produk tahu. Ketika misalnya tahu crispy ternyata laku dijual maka dengan sedikit modifikasi maka dibuatlah varian lain misalnya kremes atau dapat di buat rasa yang lain. Cara kedua yaitu menggunakan logika yang umum misalnya kalau tahu crispy sukses di pasaran dapat juga dibuat tempe crispy misalnya. Memang di tengah persaingan yang makin tajam membuat orang untuk lebih kreatif dalam bekerja. Tetapi yang menggembirakan, bisnis kuliner termasuk tidak ada matinya. Karena setiap orang pasti butuh makan dan sebagai manusia biasa kita tentu akan bosan makan yang itu-itu saja. Yang terpenting dalam bisnis kuliner adalah masalah citarasa yang menempati urutan yang paling atas. Kedua adalah masalah harga yaitu tingkat harga yang wajar sesuai dengan produk yang kita jual. Ketiga adalah Place atau tempat berjualan yang strategis dan mempunyai ruang yang cukup untuk tempat parkir dsb. Terakhir yang tidak kalah penting adalah promosi untuk memperkenalkan produk yang kita jual.Dari pengalaman yang pernah kulakukan ada tiga langkah yang bisa dilakukan dalam memulai suatu bisnis yaitu menggunakan intuisi untuk memilih suatu bidang yang akan kita tekuni atau produk yang akan kita dijual.Intuisi berasal dari pengalaman dan pengetahuan yang bisa kita latih dengan banyak berlatih berbisnis. Kedua adalah keberanian dalam bertindak. Bisnis adalah keberanian dalam menanggung risiko maka seorang bisnismanpun harus membiasakan diri hidup dalam risiko yang terukur. Yang terakhir adalah kontuinitas. Sebuah bisnis adalah sebuah proses yang panjang sampai mencapai hal yang kita harapkan. Oleh karena itu kita harus menghargai proses itu dengan konsisten sampai tercipta sistem yang paling sesuai dengan bidang yang kita pilih. Dan kalau kita bisa menjalaninya maka keberhasilanpun akan tinggal menunggu waktu saja.Bagaimana pendapat anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: