Metode hisab

Hari ini kamis tanggal 18 November 2010 masih ada umat islam yang merayakan hari raya Idul Adha seperti jamaah Thariqoh Naqsabandiyah Khalidiyah di Jombang, Jamaah Syatariyah di Medan Sumatra Utara dan jamaah Aboge di Banyumas. Setelah pemerintah resmi menetapkan hari raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu tanggal 17 November, sebelumnya beberapa Ormas seperti Muhamadiyah. dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terlebih dulu menetapkan hari raya Idul Adha jatuh hari selasa tanggal 16 November.
Memang dalam menentukan hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha dikenal dua metode yaitu metode hisab dan rukyah. Metode rukyah biasanya dilakukan oleh Nahdatul Ulama (NU) sedangkan metode hisab biasanya dilakukan oleh Pemerintah dan Muhamadiyah. Jika antara NU dan Muhamadiyah sering berbeda pendapat tentang masalah penetapan Idul Fitri dan Idul Adha memang suatu hal yang wajar karena memang metode yang digunakan berbeda yaitu hisab dan rukyah. Tetapi jika antara pemerintah dan Muhamadiyah yang sama-sama menggunakan metode hisab kok bisa berbeda pendapat dalam penetapan hari raya Idul Adha tahun ini? Lalu adakah perbedaan metode hisab yang digunakan kedua belah pihak? Berikut ini adalah hasil googling tentang masalah ini:
  1. Bagi Pemerintah hilal akan ditetapkan jika terlihat secara kasat mata pada 2 derajat, sedangkan metode yang digunakan Muhamadiyah menetapkan ijtima setiap akhir bulan berdasarkan saat matahari terbenam yang artinya putaran bulan sudah penuh satu bulan. Kriteria lainnya terkait posisi hilal sudah diatas ufuk berapapun tingginya, sehingga Muhamadiyah berpendapat 1 Dzulhijah 1431 Hijriah jatuh hari Minggu tgl 7 November 2010. Sedangkan pemerintah telah menetapkan 1 Dzulhijah jatuh pada tanggal 8 November yang berarti tanggal 10 Dzulhijah atau hari raya Idul Adha jatuh pada tanggal 17 November 2010
  2. Beberapa ormas seperti Dewan Dakwah Islamiyah, Partai keadilan sejahtera dan Hizbut Tahrir berpendapat penetapan tanggal 10 Dzulhijah berdasarkan penetapan pemerintah Arab saudi dalam menetapkan tanggal 9 dzulhijah sebagai waktu untuk wukuf di Arafah. Logikanya tanggal 10 dzulhijah adalah keesokan harinya. Pemerintah Arab Saudi tahun ini menetapkan tanggal 9 Dzulhijah adalah tanggal 15 November sehingga diputuskan tanggal 10 Dzulhijah untuk perayaan hari Idul adha adalah tangal 16 November.
  3. Hal diatas adalah metode yang digunakan dalam penetapan hari raya Idul Adha dan semuanya tergantung kita akan memilih yang mana. Bagi yang aktif di suatu ormas tertentu lebih baik mengikuti apa yang telah diputuskan oleh pemimpin pusatnya. Sedangkan bagi yang tidak terikat ormas apapun lebih baik mengikuti lingkungan dimana dia tinggal walaupun tidak salah juga bila mengikuti apa yang telah ditetapkan pemerintah meskipun berbeda dengan lingkungan yang ada. Menurut aku menerima kenyataan ini adalah lebih baik daripada membahasnya tetapi malah memperkeruh suasana karena semakin meruncingnya perbedaan yang ada. Bukanlah di jaman sahabatpun banyak terjadi perbedaan pendapat? Tetapi mereka mampu menerima perbedan pendapat yang ada karena mereka paham bahwa perbedaan pendapat adalah rahmat. Wallahu allam.

2 responses to “Metode hisab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: