Luqmanul Hakim

Dalam Al quran terdapat kisah-kisah selain para nabi dan rosul yang diceritakan agar menjadi pelajaran bagi umat manusia. Salah satunya adalah kisah tentang Luqmanul Hakim. Ia sebagaimana Maryam atau Imron bukanlah seorang nabi. Diceritakan Jibril pernah menawari untuk memilih antara hikmah atau kenabian. Maka beliau lebih memilih hikmah.

Identitas Lukmanul Hakim
Ibnu Ishaq mengatakan “Luqman al Hakim adalah Luqman bin Baura bin Nahur bin Tarih. Tarih adalah Azar, bapak atau paman nabi Ibrahim a.s.”
As suhail berpendapat” Luqman al Hakim adalah putra Anga bin sarun dari Ailah (salah satu daerah di palestina)
Adapun Wahab mengatakan Luqman al Hakim adalah putra dari saudara perempuan nabi Ayyub a.s
Diceritakan dalam pendapat lain bahwa Luqmanul Hakim hidup semasa dengan nabi Dawud a.s. Ketika kemudian nabi Dawud diangkat menjadi nabi maka kemudian Luqmanul Hakim juga berhenti memberi fatwa.Beliau berkata,” Cukuplah bagiku dengan diangkatnya nabi dawud sebagai nabi.”
Kisah hidup Luqmanul Hakim
Mujahid meriwayatkan bahwa Luqmanul Hakim adalah hamba sahaya berkulit hitam, bibirnya tebal dan kedua kakinya bengkak.Ada juga yang mengatakan bahwa luqman bukanlah seorang hamba sahaya tetapi orang yang merdeka. Luqmanul hakim bekerja sebagai tukang jahit. Ada juga yang mengatakan beliau adalah tukang kayu.Ada seseorang yang bertanya bagaimana ia bisa menjadi ahli hikmah. Maka Luqmanul Hakim berkata,” Dengan berkata benar, menunaikan amanah, meninggalkan yang tidak bermanfat dan menepati janji.”
Beberapa mutiara hikmah Luqmanul Hakim kepada putranya
1. Wahai anakku, janganlah engkau mencampuradukkan urusan dunia terlalu dalam sehingga membahayakan akhiratmu, dan janganlah engkau meninggalkan duniamu sama sekali sehingga engkau menjadi beban bagi orang lain.
2. Wahai anakku juallah dunia demi akhiratmu niscaya engkau akan mendapatkan keduanya dengan beruntung.
3.Wahai anakku apabila dalam diri sesorang terkumpul lima hal, yakni agama, harta, sifat malu, akhlak yang baikdan kedermawanan maka ia adalah orang yang suci lagi bertakwa dan terbebas dari tipu daya setan.
4. Wahai anakku jika engkau hendak menjadikan seseorang menjadi saudaramu buatlah dia marah. Jika ia berlaku adil padamu saat dia marah, jadikanlah ia saudara, kalau tidak jauhilah dia.
5.Wahai anakku bergaullah dengan para ulama, sebab alloh swt menghidupkan hati mereka dengan cahaya hikmah, sebagaimana ia menghidupkan tanah dengan air hujan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: