Sang Buah Hati

Sebagaimana suami istri yang lainnya, aku dan istriku juga merindukan hadirnya sang buah hati
Setelah 2 tahun menikah dan tanda-tanda kehamilan belum nampak pada istriku
maka kami memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter
Dokter pertama yang kami kunjungi adalah dokter Roekmi
Ia memeriksa istriku, menulis resep obat penyubur kandungan dan mencatat tanggal masa subur setelah masa haid
Pada tanggal itu kami disarankan untuk berhubungan suami istri dan itu dilakukan selang 2 hari sekali
Setelah itu setiap bulan sekali kami selalu datang ke dokter tersebut dan itu berlangsung sampai 3 bulan
Kemudian pemeriksaan ditingkatkan pada organ dalam kewanitaan dan kualitas spermaku
Kami pergi ke klinik atau laboratorium untuk menjalani HSG dan tes sperma
Hasilnya kondisi kandungan istriku cukup baik sedangkan kualitas spermaku kata dokter agak kurang tapi cukup untuk melakukan pembuahan
Akibatnya setelah itu dokter selain menulis resep untuk istriku juga menulis resep untukku untuk memperbaiki kualitas spermaku
Kami masih kembali ke dokter Roekmi beberapa kali
Setelah itu kami putuskan untuk beralih ke dokter lain
Pertimbangannya karena dokter Roekmi masih famili jadi selalu menolak uang konsultasi
Kami jadi gak enak kalau terus menerus minta tolong
Akhirnya kami putuskan untuk pindah ke dokter soewardi
Seperti biasa ia memeriksa istriku dan menemukan ada kista di rahim istriku
Tapi gak papa”kata dokter. Nanti biasanya juga mengecil sendiri karena masalah hormon.
Setelah itu ia membaca hasil HSG dan tes sperma yang pernah kujalani
Ia menyuruhku kembali menjalani tes sperma, menulis resep penyubur kandungan dan menulis tanggal paling baik untuk berhubungan suami istri
Sesuatu yang kulihat selalu dilakukan oleh dokter kandungan
Aku pun kembali menjalani tes sperma di klinik lain
Sekarang hasilnya cukup baik sehingga ia tidak menuliskan resep apa-apa untukku
Kami beberapa kali ke dokter soewardi dan karena kista di rahim istriku tidak juga mengecil maka ia menyarankan untuk operasi
Operasi? batinku
Kalau dokter meyuruh menjalani tes sperma, HSG atau semacam itu tentu masih dalam jangkauan biayanya sehingga bisa langsung kujalani
Tetapi ini operasi ?
Tentu aku harus berpikir dua kali untuk operasi
Lagipula bila operasi apakah kemudian istriku bisa segera hamil?
Maka kami putuskan pindah ke dokter lain namanya dokter Joko untuk mendapat second opinion
Kalau memang harus operasi maka itu mau tidak mau harus dijalani
Tapi dokter joko berpendapat tidak usah operasi
Ia malah menyarankan untuk pergi ke RSU di surabaya karena disana ada poli infertilitas
Akhirnya kamipun berangkat ke surabaya
Disana prosedur awalnya adalah menjalani tes sperma
Dua hari lagi aku diminta kembali untuk menjalani tes sperma
Kebetulan waktu itu pas awal puasa kalau aku menjalani tes sperma berarti aku harus tidak berpuasa
Maka aku memilih berpuasa dan mengundur jadwal tes spermaku setelah lebaran
Setelah lebaran ketika seharusnya kami kembali ke surabaya
Ternyata istriku tidak kunjung haid
Akhirnya kami datang ke dokter joko
Ia memeriksa istri dan mendapati bahwa istri telah hamil muda
Padahal di surabaya belum diapa-apakan to bu baru wawancara saja kan?” kata dokter Joko
Kalau begitu pasien saya nanti saya suruh ke surabaya saja. Buktinya ibu baru wawancara saja sudah bisa hamil” katanya setengah bercanda.
Ternyata dokter dan semua kecanggihan teknologi kedokteran hanyalah alat saja
Ketika Sang Maha Kuasa sudah berkehendak
Ia bisa melakukannya dengan atau tanpa alat apapun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: