Bulan Syawal Bulan Silaturahmi

Bulan Syawal merupakan bulan yang ke 10 dari kalender Hijriyah. Setelah 1 bulan berpuasa tibalah saatnya merayakan hari kemenangan. Orang yang menjalankan ibadah puasa pada bulan ramadhan dengan iman dan hanya mengharap ridho Alloh maka semua dosa-dosanya diampuni oleh Alloh sehingga bagaikan bayi yang baru lahir. Oleh karena itu tanggal 1 syawal disebut dengan Idul fitri yang mempunyai maksud kembali suci.

Hari-hari dalam bulan syawal menjadi barometer pertama atas diterima tidaknya puasa seseorang. Bukankah diantara tanda ibadah puasa diterima oleh Aloh adalah apabila amal perbuatan setelah ramadhan semakin baik. Bulan Syawal adalah bulan yang banyak mengandung fadilah, banyak amal yang dilakukan pada bulan ini misalnya silaturahmi atau memohon maaf kepada orang tua, keluarga atau tetangga dekat. Oleh karena itu kemudian lahirlah tradisi mudik kembali ke kampung halaman untuk menjumpai orang tua atau keluarga yang masih berada di kampung.Coba misalnya tidak ada tradisi silaturahmi ke orang tua di bulan syawal bisa-bisa karena kesibukan kerja di kota besar kita melupakan hak orang tua untuk mendapatkan perhatian dari kita. Jika tradisi bermaaf-maafan tidak ada maukah kita bersimpuh di kaki orang tua kita untuk meminta maaf? Banyak orang yang menunggu momen yang tepat untuk melakukan sesuatu dan bulan Syawal ini adalah momen yang paling tepat untuk memohon maaf dan bersilaturahmi dengan keluarga.
Melakukan kontrol makan dengan puasa 6 hari syawal
Puasa secara umum mempunyai maksud untuk menahan diri dari nafsu yang ada dalam tubuh manusia. Puasa juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan melatih kepekaan sosial karena dapat merasakan apa yang orang miskin rasakan. Yang seringkali mengurangi maksud berpuasa adalah kita seringkali lost of control ketika berbuka dengan makan yang berlebihan. Begitu juga dengan ketika kita berlebaran, karena disediakan makanan yang lezat khas lebaran seperti opor ayam, rendang, hati ampela serta berbagai jajanan manis dan gurih yang menggugah selera sehingga kita seringkali tidak bisa menahan diri. Akhirnya timbullah berbagai penyakit karena tubuh kita kelebihan kolesterol, gula berlebih dan berbagai faktor yang bisa mengganggu kesehatan Untuk mengantisipasi hal tersebut kita bisa menjalankan puasa 6 hari di bulan syawal yang mempunyai manfaat baik secara rohani maupun kesehatan sebagaimana yang hadis yang menyebutkan:
Barangsiapa berpuasa romadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 hari bulan syawal maka ia seperti berpuasa selama setahun (hadist riwayat Muslim).
Dengan demikian momentum indah idul fitri dapat digunakan untuk mempererat silaturahmi, saling memohon maaf dengan sanak famili, tetangga dan teman. Dan setelah libur lebaran tubuh bisa tetap fresh lahir batin untuk memulai kembali aktivitas kerja yang lebih produktif, jauh dari penyakit kencing manis, asam urat, kolesterol, jantung dan stroke.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: