"Uang Transport" Dai / Ustadz

Bulan masih Dzulqoidah tetapi masjid di lingkunganku sudah diadakan musyawarah untuk menyambut hari qurban. Setidaknya untuk persiapan supaya pelaksanaan hari qurban nanti bisa berjalan dengan baik dan lancar. Musyawarah diadakan dengan 2 agenda utama yang pertama adalah evaluasi kegiatan sehari-hari dan kegiatan bulan romadhan kemarin. Sedangkan agenda yang kedua adalah pembentukan panitia qurban.
Dalam agenda yang pertama dijelaskan tentang kondisi kas hasil hari Raya Idul Fitri dan hasil dari hari Jumat yang biasanya banyak orang yang bersedekah lebih dari hari-hari biasa.Hasilnya kemudian dilaporkan oleh bendahara masjid telah dimasukkan ke bank sedangkan sebagian kecil digunakan untuk pengelolaan masjid sehari-hari. Setelah itu dilakukan evaluasi pelaksanaan sholat taraweh dan kegiatan bulan ramadhan kemarin.Ternyata setelah dilakukan evaluasi banyak para dai / ustad yang sudah dijadwalkan untuk mengisi ceramah yang membatalkan tanpa alasan yang jelas.Timbul pertanyaan apakah ini disebabkan karena “uang transport “yang diberikan masjid kami terlalu kecil atau atau ada hal lain yang bersifat mendadak.

Memang ada 2 pendapat tentang “uang transport” yang tentu saja hal ini juga tergantung kondisi para ustad. Pendapat pertama adalah memberikan ceramah atau berdakwah adalah amalan agama sebagaimana sholat, dzikir, membaca quran dan lain-lain. Sehingga apabila sehabis memberikan ceramah, takmir masjid memberikan sedikit uang transport, ia kemudian mengembalikan dengan “cara halus”. Maksudnya adalah dengan memasukkan uang transport tadi ke kotak amal masjid dengan diam-diam. Sedangkan pendapat yang kedua memperbolehkan menerima uang transport dari hasil ceramah yang diberikan. Mengingat banyak juga dai yang menggantungkan hidupnya dari memberikan ceramah, baik itu menjadi asbab atau mata pencaharian yang paling utama atau tambahan. Mengingat fenomena di atas dalam musyawarah ini disepakati untuk menambah uang transport para dai atau khatib untuk sholat jumat dan pelaksanaan hari besar islam.

Sekedar sharing, bagaimana dengan masjid anda?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: