Hikayat Si Ayas

Hikayat Si Ayas adalah cerita rakyat dari negeri Thailand. Cerita rakyat ini mungkin serupa dengan Abunawas dari Timur tengah atau Si Kabayan dari Jawa Barat. Si Ayas sebenarnya hanyalah seorang tukang kebun di sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai ketingian ilmu yang menyebabkan ia dihormati dan disegani.

Antara Si Ayas dan raja terjalin persahabatan yang cukup erat, karena walaupun raja ia cukup dekat dengan rakyatnya. Kedekatan antara raja dan tukang kebun inilah yang menyebabkan beberapa pihak “cemburu” terhadap hubungan keduanya. Ada pendapat yang mengatakan tidak pantas seorang raja apabila terlalu dekat dengan tukang kebun. Tapi sebenarnya raja mempunyai alasan kenapa ia bisa dekat dengan tukang kebunnya karena si ayas ini walaupun hanya seorang tukang kebun tapi ia adalah seorang yang cerdik pandai. Suatu saat sang raja ingin memberikan pelajaran kepada seluruh punggawa kerajaan mengenai hal ini. Raja membuat pengumuman yang aneh bahwa mulai saat ini apa saja yang dipegang oleh seseorang akan menjadi miliknya. Mendengar hal ini, maka berbondong-bondonglah punggawa kerajaan memegang apa yang disenangi supaya menjadi miliknya. Ada yang menginginkan emas kerajaan maka ia berebut memegang emas, begitu juga yang lain berebut untuk memegang intan, permata atau berebut kuda-kuda kerajaan yang bagus-bagus. Dari sekian banyak punggawa kerajaan hanya si ayas saja yang diam saja. Bukannya ia tidak mendengar keputusan tuan raja. Tetapi ia lebih memilih untuk membersihkan kebun istana sesuatu yang menjadi tugasnya. Melihat hal tersebut, sang raja memanggil Si Ayas dihadapan seluruh punggawa kerajaan.
“Wahai Ayas apakah kamu tidak mendengar sabdaku bahwa apa saja yang kamu pegang akan menjadi milikmu?
Saya mendengarnya Tuan Raja,”jawab si Ayas.
Lalu mengapa kamu tidak berebut harta kerajaan sebagaimana yang lain?
Si ayas kemudian diam sejenak. Setelah itu ia berkata ,”Benarkah apa yang tuan raja katakan bahwa apa saja yang aku pegang akan menjadi milikku?
Ya,”jawab Raja.
Kalau begitu saya memegang tuan Raja saja, sambil tangannya memegang tangan Raja. Seluruh kerajaan ini adalah milik tuan maka kalau saya memegang tuan berarti seluruh kerajaan akan menjadi milik saya.
Apakah kita secerdik si Ayas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: