Dokter Gigi

Pagi tadi sehabis sarapan ada yang aneh di mulutku. Ketika aku mengaca ternyata gigi depanku keropos di bagian pinggir. Daripada nanti semakin kropos dan tidak bisa diperbaiki lagi maka kuputuskan ke dolter gigi pagi ini.
Dokter Adi langgananku tersenyum melihat kedatanganku. Gigi belakangnya sakit lagi mas? tanyanya. Sebelumnya aku memang sempat bikin jadwal untuk mencabut gigi belakangku. Tetapi karena tidak sakit lagi maka aku mengurungkan niatku utk mencabutnya.
Bukan dok, tapi ini gigi depanku, jawabku.
Dokter Adi memeriksa gigi depanku, kemudian dia bertanya. Gimana langsung ditambal permanen atau ditambal sementara aja dulu?
La baiknya gimana dok tanyaku?
Terserah sampeyan kalau langsung ditambal juga bisa tetapi resikonya kalau sakit ya terpaksa nanti giginya harus dicabut.
Menghadapi pilihan seperti ini seperti biasa aku memilih jalur aman saja, ya sudah ditambal sementara aja dok.
Dokter Adi kemudian menambal sementara gigiku dan menjadwalkan selasa minggu depan bila tidak sakit bisa ditambal permanen.

Pilihan keputusan memang seringkali sesuai karakter kita sadar atau tidak. Tetapi ada baiknya juga sekali-kali memilih jalan yang tidak biasa ya. Tentu dengan kecermatan dalam menanggung resiko.
Mungkin lain kali akan aku coba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: