Arisan

Kita terkenal sebagai bangsa yang guyub rukun dan suka bergotong royong.
Masihkah kita seperti itu?
Pertanyaan ini muncul dari pikiranku setelah mengikuti arisan RT di lingkunganku tanggal 10. Disampaikan fakta bahwa dari jumlah KK yang berjumlah 78 yang mengikuti arisan RT hanya berjumlah 35 orang. Dan yang ikut arisan itupun tidak selalu datang. Yang datang rata-rata hanya 15 sampai 20 orang. Apakah ini cuma gambaran RT ku saja? Atau begitukah gambaran masyarakat kota sekarang? Lalu bagaimana dengan masyarakat desa?
Partisipasi yang rendah dari masyarakat untuk kegiatan lingkungan seperti arisan apalagi untuk mengikuti gotong royong membersihkan lingkungan.Kelihatannya hal itu jarang bisa dilakukan. Arisan sebenarnya sebagai ajang sosialisasi warga untuk saling mengenal dan bersilaturahmi. Bukankah tak kenal maka tak sayang? Lingkungan kita adalah keluarga terdekat kita. Jika ada apa-apa kita tidak mungkin minta bantuan keluarga yang jauh di sana. Yang bisa kita mintai tolong adalah tetangga dekat kita.. Begitukah gambaran masyarakat kita? Atau kalau kita hubungkan dengan jumlah pengguna facebook, twitter, blog dan jejaring sosial lainnya yang selalu bertambah.
Apakah memang kita sekarang lebih senang bersosialisasi dalam dunia maya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: