Agama Otak Kanan

Kegunaan otak kiri untuk analisis masalah dan otak kanan untuk mengatur emosi sudah diketahui banyak orang. Oleh karena itu perlunya keseimbangan keduanya. Hanya saja dalam hidup kita justru penggunaan otak kiri yang lebih dominan. Ini disebabkan pendidikan kita memang cenderung mengasah kecerdasan intelektual (IQ) saja. Misalnya pengukuran keberhasilan sekolah lewat nilai yang tentunya merupakan nilai kuantitatif. Memang kreatifitas, imajinasi suatu yang kualitatif lebih sulit diukur. Oleh karena itu justru lewat ajaran agama mengajarkan hal tersebut misalkan kalau ingin kaya rajin-rajinlah bersedekah, menikah atau naik haji. Padahal kalau dipikir kalau kita bersedekah pasti harta kita berkurang. Demikian juga kalau menikah pasti membutuhkan biaya yang besar juga. Apalagi naik haji. Semuanya akan membuat kita terasah menggunakan otak kanan kita. Keberanian akan muncul. Demikian juga kreatifitas dan intuisi kita juga akan berkembang. Sehingga kita mampu menyelesaikan masalah dalam hidup kita dengan keseimbangan yang baik dalam penggunaan otak kanan dan kiri kita. Bukankah sebenarnya tuhan cukup adil dalam hal ini? biggrin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: