Lebih Baik Tidak Tahu

Dalam hidup, kita seringkali terjebak dalam kondisi yang yang tidak menguntungkan. Dimana posisi kita berada diantara dua sisi yang saling berhadapan. Di kantor misalnya seringkali ada kubu-kubuan yang sebenarnya memang tanpa sengaja tercipta. Kondisi itu seringkali terjadi antara 2 orang yang dulunya berteman akrab yang karena satu dan lain hal akhirnya bermusuhan. Apalagi bila 2 orang tersebut adalah orang-orang yang memiliki posisi penting di kantor. Akhirnya kondisi tersebut berimbas pada suasana kerja dan rekan-rekan kerja yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Saya terus terang pernah dalam kondisi tersebut. Saya bukan orang bermusuhan itu. Tetapi sedikit banyak akhirnya saya terpengaruh oleh kondisi juga. Sering kali saya tidak percaya bahwa bahwa si A akan melakukan suatu hal kata B yang menjadi musuhnya. Masak sih dia akan melakukan seperti itu. Ternyata saya salah. Ternyata A benar-benar melakukan apa yang yang sudah diingatkan B. Ternyata A dan B yang memang dulu kawan akrab sangat mengenal dengan baik satu sama lainnya. Ditambah kondisi yang ada akhirnya dua belah pihak semakin memasang telinga, mencari kelemahan, kesempatan untuk saling menjatuhkan akhirnya menjadi lebih tahu kondisi masing-masing. Saya teringat kisah imam Hanifah yang mempunyai ilmu khasab sehingga mampu mengetahui dari wudhu seseorang ia tahu dosa apa yang habis dikerjakan orang tersebut. Wudhu mampu menggugurkan dosa yang baru saja dilakukan. Ketika melihat seorang anak muda yang habis berzina , Abu hanifah mampu melihat dosa yang dilakukannya dari tetesan air wudhu yang dilakukan oleh pemuda tersebut. Abu hanifah kemudian mengingatkan pemuda tersebut agar bertobat dan tidak mengulangi dosanya. Demikian seterusnya bila ia melihat dosa apa yang terlihat dari air wudhu seseorang, Abu Hanifah mengingatkan orang tersebut agar bertobat. Sampai suatu hari Abu hanifah mendapat pencerahan dari renungannya. Ia tahu banyak aib orang lain dari ilmu khasabnya. Akhirnya ia berdoa agar ilmu khasabnya dicabut oleh Alloh. Supaya ia tidak lagi mampu melihat aib orang lain. Kalau dihubungkan dengan cerita diatas sebenarnya justru lebih baik kita tidak tahu secara mendalam tentang orang lain sehingga kita tahu aibnya. Dengan begitu kita selalu bisa berpikir postip bahwa orang tersebut baik. Dari pada kita tahu dan selalu berprasangka buruk terhadapnya. Saya akhirnya memutuskan menjaga jarak dengan keduanya supaya lebih netral.

One response to “Lebih Baik Tidak Tahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: