Gitu Aja Kok Repot!

Semua orang pasti tidak akan lupa siapa pemilik kata kata gitu aja kok repot!

Ya dialah Abdurahman Addakhil atau yang lebih dikenal dengan sebutan Abdurahman wahid. Setelah sempat memimpin Nahdatul Ulama (NU) cukup lama akhirnya mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai bentuk itjihad politiknya demi kemaslahatan masyarakat banyak. Gus dur juga terkenal sebagai penulis yang karyanya banyak menghiasi koran dan majalah nasional seperti Kompas dan majalah Tempo. 
Gitu aja kok repot populer terutama ketika gus dur menjadi presiden indonesia ke empat terutama ketika menghadapi banyak masalah terutama tekanan dari DPR. Ketika Gus dur menjadi presiden waktu itu  kita baru saja keluar dari orde baru yang otoriter menuju orde reformasi yang boleh dibilang waktu itu kita masih pada taraf belajar demokrasi. Kita menghadapi euforia kebebasan dengan semakin menguatnya posisi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Jika sebelumnya DPR hanya menjadi stempel pemerintah pada saat Gusdur menjabat presiden DPR memainkan peran lebih besar (atau kelewat besar) dalam kontrol pemerintah sehingga sering berhadapan dengan presiden. Dalam kondisi yang meruncing gusdur dengan pede dan entengnya berkata gitu aja kok repot sebagai bentuk penyederhanaan masalah khas santri. Banyak hal dalam hidup ini yang kalau dipikirkan terlalu dalam bukan hanya bikin dahi berkerut tapi juga menimbulkan stress yang justru membahayakan. 
Gitu aja kok repot juga sebuah ungkapan untuk fokus pada masalah sesungguhnya dan menafikan masalah yang tidak penting atau kurang penting. Bagi santri yang terpenting adalah kewajiban untuk senantiasa beribadah kepada tuhan. Dan pangkal dari ibadah adalah kesanggupan untuk memuji dan bersyukur kepada tuhan. Maka semua hal selain itu menjadi perkara yang tidak terlalu penting untuk diributkan.  
Gus dur bukan berarti tanpa kelemahan. Keterbatasan fisiknya dan proses demokrasi yang berjalan cepat memang akhirnya menjatuhkannya dari posisi kepresidennya. Tapi setidaknya dari beliau kita belajar menyederhanakan masalah khas beliau untuk tetap fokus pada tujuan utama kita.
Jadi jika suatu saat kita menghadapi banyak hal yang menganggu cita cita atau keinginan kita bilang aja “Gitu aja kok repot”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: