Yuk Belajar Kendalikan jiwa

Jiwa manusia seperti sebuah kota. Kedua tangan dan kaki dan seluruh anggota badan adalah wilayah kekuasaannya. Kekuatan nafsu adalah walikotanya, sedangkan kekuatan angkara murka adalah polisinya. Sedangkan hati adalah rajanya dan perdana mentrinya adalah otak atau akal. Raja mengatur semunya sehingga kerajaan dan situasinya menjadi stabil. Sebab walikotanya yaitu nafsu mempunyai watak over akting, pembohong dan suka mencampur adukkan masalah. Polisinya sang angkara murka bertabiat kejam dan suka berkelahi. Kalau raja membiarkan mereka dalam kondisi mereka itu, maka akan hancur dan binasalah kota tersebut. Raja mesti bermusyawarah dengan perdana menteri dan menempatkan walikota dan polisi di bawah kendali perdana menteri. Bila ini dilakukan maka kerajaan akan maju dan sejahtera.

Olah karena itu sang raja atau hati perlu mendapatkan informasi yang valid untuk dapat mengatur pemerintahan dengan baik Ketahuilah hati manusia seperti sebuah sungai yang diairi beberapa anak sungai. Anak anak sungai ini bisa berasal dari apa yang didengar, apa yang dibaca, apa yang dilihat dan apa yang dimakan. Oleh karena agama mengajarkan untuk berhati hati dalam mencari rizki karena apa yang kita makan akan mempengaruhi hati kita. Hati manusia juga sangat dipengaruhi kondisi lingkungan. Manusia terbuat dari tanah dan sudah menjadi sifat tanah adalah bila terkena air tanah akan lembek dan bila terkena panas tanah akan menjadi keras. Oleh karena itu kita juga harus berusaha menciptakan suasana yang baik dan kondusif bagi hati. Atau mencari suasana yang kondusif karena apa yang kita dengar, apa yang kita lihat dan baca sangat berpengaruh kepada pengendalian hati.

Untuk dapat mengendalikan jiwa maka hati manusia juga mempunyai musuh-musuh yang harus diwaspadai. Manusia mempunyai nafsu yang selalu mengajak keada keburukan. Setan yang selalu mengajak untuk jauh dari kebenaran. Atau dunia yang melalaikan dari jalan yang lurus.

Pengendalian jiwa juga dipengaruhi pengalaman hidup. Pengalaman hidup akan mengajarkan kita untuk selalu mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan hidup, mengenali resiko atas tindakan yang diambil dan menimalisir hal terburuk yang mungkin terjadi.

Pada akhirnya pengendalian jiwa itu memang tidak mudah dan membutuhkan perjuangan lahir batin.. Seperti melewati jalan (aqobah) yang menanjak lagi sulit. Sebagaimana yang kita temukan dalam alquran : Wa ma adraka mal aqobah. (al balad ayat 12). Tahukah kamu jalan yang mendaki lagi sukar itu? Tetapi jika bisa mengendalikan hati adalah seperti kita bisa mengendalikan raja dari sebuah pemerintahan yang merupakan  posisi paling penting dalam hidup. Dan kita akan memenangkan pertempuran melawan nafsu, setan, dunia yang merupakan musuh abadi demi perjalanan jiwa menuju kesempurnaaan hidup. Hidup untuk senantiasa beribadah kepada tuhan.

Referensi:
1. Kimiyaus saadah, imam alghazali,
2. Siraj ath thalibin, K.H ihsan bin dahlan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: