Rokok, Kopi dan Teh

Saya terus terang adalah mantan perokok. 
Dulu ayah juga perokok otomotis melihat pemandangan orang merokok adalah hal yang biasa. Akhirnya coba coba merokok dan ketagihan. Saya merokok mulai kelas 1 SMA sampai kira2 umur 28 tahun. Jadi cukup tahu dunia perokok. 
Rokok rasanya tidak afdol bila tidak sambil ngopi. Keduanya boleh dibilang 2 hal yang tidak bisa dipisahkan dari dunia para perokok. Walaupun tidak merokok lagi aku masih suka ngopi dan minum teh. Saya tetap mempertahankan ngopi dan ngeteh dan tidak berniat untuk menghentikannya karena keduanya menurut saya tidak memiliki dampak negatif. Berbeda dengan rokok yang memiliki dampak negatif rokok berupa nilai kecanduan yang besar sehingga kalau tidak merokok kepala menjadi pusing, hilang konsentrasi dan pengin marah-marah melulu. Sedangkan ngopi dan ngeteh tidak memiliki ketagihan yang besar seperti itu. Cuma memang tetap hati hati jangan sampai kebanyakan ngopi karena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Untuk mengantisipasinya biasanya aku menyelinginya dengan minum teh.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: