K Pop, Beras Analog dan Kemandirian Suatu Bangsa

Sekarang ini dunia boleh dibilang terkena demam K Pop atau Korea Pop. K pop memang adalah hasil dari eksplorasi budaya korea sehingga menghasilkan komuditas budaya yang akhirnya layak di jual ke seluruh dunia. Ini bermula dari konsep pemerintah Korea yang menggarap sektor budaya secara serius sejak 20 tahun lalu, dengan mengirimkan para artis, seniman dan budayawan ke amerika dan eropa sehingga mereka mampu memahami selera pasar secara detail. Dan hasilnya pemerintah akhirnya berhasi mendapatkan trilyunan dari hasil eksplorasi K Pop keseluruh dunia.
Saya sendiri sebenarnya lebih tertarik kepada cara pemerintah Korea untuk mencoba lebih mandiri dengan cara melihat apa yang bisa dijual dari tradisi budayanya. 
Sudahkah pemerintah kita juga juga berpikir seperti ini? 
Lihat saja demo kenaikan BBM yang marak dalam menentang kenaikan BBM ? Kenaikan BBM adalah suatu hal yang tidak bisa kita hindari, lalu apakah kita sudah merancang jalan sehingga kita tidak terlalu tergantung kondisi cadangan minyak kita yang semakin menipis?
Lalu bagaimana dengan kondisi pangan kita seperti beras misalnya. Kita memang adalah penghasil beras yang sangat besar. Sawah-sawah kita mampu menghasilkan beras sebesar 37 juta ton pertahun. Tetapi karena penduduk indonesia yang cukup besar, berapapun beras yang kita hasilkan tidak akan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat indonesia. Lalu sudahkah kita menyiapkan strategi supaya kita tidak tergantung terhadap beras?
Sebenarnya kita mampu melakukannya karena sekarang telah ditemukan beras analog yang terbuat dari berbagai macam tepung, seperti sorgum, jagung atau sagu. Bentuknya mirip beras tetapi warnanya kecoklatan. Beras analog ini adalah hasil penelitian mahasiswi  Institut Pertanian Bogor (IPB).
Tinggal sekarang kebijakan pemerintah untuk membuat  membuat kebijakan sehingga hasil penelitian mahasisiwi IPB di atas dapat diiterima masyarakat sehingga kita bisa lebih mandiri karena kita bisa memcukupi kebutuhan sendiri tanpa terlalu tergantung dari negara lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: